Breaking News:

Penembakan di AS Tewaskan 29 Orang: Patrick Tembakan Peluru ke Massa

Negeri Paman Sam, Amerika Serikat tak nyaman lagi. Penembakan massal Texas, tepatnya di Walmart El Paso, menambah daftar panjang.

AFP
Aparat keamanan AS mengamankan lokasi penembakan massal di Texas, Minggu (4/8/2019). 

"Situasi saat itu benar-benar kekacauan massal," lanjutnya, menambahkan dia mulai kembali mendengar suara tembakan yang semakin sering. Long dan suaminya lantas mulai berlari ke bagian belakang toko dan memberi tahu pengunjung lainnya tentang penembak sebelum mengikuti para karyawan toko.

Pernyataan polisi, dilansir Sky News, menyebut ketika penembakan terjadi, Walmart sedang penuh dengan pengunjung, sekitar 3.000 orang. Kepala Kepolisian El Paso, Greg Allen menjelaskan, jajarannya menerima laporan adanya penembakan massal pada pukul 10.39 waktu lokal dengan para penegak hukum sampai di lokasi enam menit kemudian. "Situasi di lokasi sangatlah mengerikan," ucap Allen.

Saksi mata lainnya, Gleon Oakly mengatakan kepada CNN, dia sedang berada di bagian alat-alat olahraga ketika seorang anak berteriak sambil berlari karena adanya tembakan.

Oakly mengungkapkan, awalnya para pengunjung tidak memedulikan ucapan bocah tersebut, hingga beberapa menit kemudian mereka mendengar sendiri tembakan itu. Media AS menyebut pelaku sebagai orang kulit putih dan mengaitkannya dengan "manifesto" yang dipasang secara online yang mencakup kutipan-petisi yang menentang "invasi Hispanik" di Texas.

Menurut data sensus AS, El Paso, yang berjarak sembilan jam perjalanan dari Dallas, terletak di Sungai Rio Grande yang menandai perbatasan AS dengan Meksiko, memiliki populasi 680.000 jiwa, dengan 83 persen adalah keturunan Hispanik.

Baca: Padamnya Listrik di Ibukota, Layanan Perbankan Utama Tetap Beroperasi Secara Normal

Otoritas Texas kini tengah menyelidiki insiden penembakan massal di Walmart El Paso tersebut dengan kemungkinan sebagai kejahatan rasial dan sedang mempelajari manifesto tersebut.

Terjadi di Ohio

Penembakan massal juga terjadi di Ohio, AS. Setidaknya terdapat 9 orang tewas akibat penembakan tersebut. Dilansir dari AFP, polisi menembak mati pelaku di lokasi, Ohio, Minggu (4/8/2019). 16 warga lainnya yang ikut terluka dilarikan ke rumah sakit.

"Pelaku penembakan, tewas. Ada sembilan orang lainnya juga tewas. Setidaknya 16 orang dilarikan ke rumah sakit akibat terluka," kata polisi setempat. Belum diketahui motif dari pelaku penembakan tersebut. Penembakan tersebut tak berselang lama dari kejadian serupa di El Paso, Texas.

Polisi sudah menemukan manifesto online yang berisi ujaran kebencian terhadap etnis Hispanik. Polisi sedang mengkaji hubungan antara ujaran tersebut dengan pelaku penembakan. "Saat ini kita mempunyai manifesto dari terduga pelaku yang mengindikasikan potensi kejahatan rasial," kata Kepala Kepolisian El Paso Greg Allen, seperti dilansir AFP. 

Halaman
1234
Penulis: Tim Tribun Manado
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved