Senin, 20 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

Ekonomi Sulut Triwulan II 2019, Tumbuh 5.48 Persen

Ekonomi Sulut pada triwulan II 2019 tumbuh 5, 48 persen secara Year on Year (YoY).Angka Pertumbuhan Ekonomi (PE) Sulut di triwukan II 2019

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Handhika Dawangi
Tribun Manado/Fernando Lumowa
Kepala BPS Sulut, Dr Ateng Hartono menjelaskan Pertumbuhan Ekonomi Sulut di kantor BPS Sulut, Senin (05/08/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ekonomi Sulut pada triwulan II 2019 tumbuh 5, 48 persen secara Year on Year (YoY).

Angka Pertumbuhan Ekonomi (PE) Sulut di triwukan II 2019 masih di atas nasional yang tercatat 5, 05 persen.

Sementara, jika triwulan sebelumnya PE Sulut 5, 03 persen.

"Secara kumulatif Pertumbuhan Ekonomi Sulut dari triwulan II tahun lalu ke triwulan II tahun ini 6, 02 persen," kata Kepala BPS Sulut, Dr Ateng Hartono saat merilis data Pertumbuhan Ekonomi Sulut di kantornya, Senin (05/08/2019).

Ateng mengatakan PE di sisi produksi didorong semua lapangan usaha.

Terutama, administrasi pemerintahan, pendidikan dan perdagangan.

Administrasi pemerintahan yang menyumbang 11, 48 persen di sisi produksi.

Baca: Man City Kembali Kandaskan Liverpool di Community Shield, Guardiola Catatkan Sejarah Ini

Baca: Fadli Zon: Presiden Jokowi Juga Harus Ikut Bertanggung Jawab

Baca: Kesal Lama Berada di Belakang KTM, Valentino Rossi Warning Tim Yamaha

Facebook Tribun Manado :

Baca: Orang-orang Ini Seharian Terombang-ambing di Lautan

Baca: Mitos atau Fakta Jika Proses Persalinan Bayi Kedua Lebih Cepat

Baca: Mati Lampu Selama 1 Jam, Menteri Ekonomi Mengundurkan Diri, Hasil Penyelidikan: Kesalahan Pemerintah

Instagram Tribun Manado :

"Hal ini tak lepas dari penyerapan anggaran mulai jalan. Belanja APBN dan APBD termasuk juga disalurkannya gaji 13 untuk ASN," kata Ateng.

Sementara, sektor jasa pendidikan yang menyumbangkan 9, 56 persen.

Adanya event Olimpiade Sain Nasional di Manado yang diikuti hampir 5 ribu pelajar serta datangnya tahun ajaran baru menjadi pendorong utama.

"Tahun ajaran baru mendorong pernintaan. Belanja kebutuhan pendidikan meningkat," kata Ateng.

Sedangkan sektor perdagangan yang memberi kontribusi 9, 24 persen di sisi produksi.

Bulan Ramadan mendorong permintaan dan konsumsi karena dipicu pencairan Tunjangan Hari Raya (THR).

"Kami melihat, ada kecenderungan belanjan online mulai naik juga tapi butuh penelitian lebih lanjut," katanya.

Di sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah juga menjadi pendorong utama.

Mulai jalannya sejumlah proyek fisik baik didanai APBN maupun APBD diyakini menjadi pendorongnya.

"Konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 22, 27 persen serta sehubungan dengan pencairan THT bagi ASN, TNI Polri," jelas dia. (ndo)

Channel Youtube Tribun Manado :

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved