Berita Pemerintahan

Gaji PNS dan TNI-Polri Naik, APBN Bisa Defisit Rp 342 Triliun

Selain karena ada kenaikan gaji PNS, TNI dan Polri sebesar 5 persen, belanja pegawai juga naik karena adanya pembagian THR pada akhir Mei 2019.

Gaji PNS dan TNI-Polri Naik, APBN Bisa Defisit Rp 342 Triliun
TRIBUN MANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
TNI-Polri di Sulut Persiapkan Pengamanan Kedatangan Ibu Wapres RI 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Kenaikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI-Polri sebesar 5 persen dinilai akan membebani anggaran negara.

Center of Reform on Economics (Core) Indonesia memperkirakan defisit anggaran akan meleset dari Rp 135 triliun menjadi Rp 317 triliun - Rp 342 triliun.

Melonjaknya belanja pemerintah itu tidak disertai dengan penerimaan negara.

Core mengungkapkan bahwa pertumbuhanya hanya 8 persen para semester I-2019, atau lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu yang mampu tumbuh 16 persen.

Rendahnya realisasi penerimaan negara disebabkan karena rendahnya kinerja realisasi perpajakan yang menyumbang 80 persen dari total penerimaan negara.

Peneliti Core Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, defisit anggaran negara di APBN bisa melebar karena berbagai hal.

Salah satunya yakni karena kenaikan gaji tersebut sejak awal 2019 lalu.

"Besar kemungkinan sampai akhir tahun ini, defisif akan meleset dari pada target yang sudah ditentukan pemerintah," ujarnya dalam konferensi pers Core di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Pada semester I-2019 saja, kata dia, belanja negara sudah mencapai Rp 1.035 triliun atau naik 10 persen dibandingkan periode yang sama 2018 yang hanya Rp 944 triliun.

Lonjakan belanja pemerintah itu disebabkan oleh naiknya belanja pegawai. Pada semester I-2019, realisasi belanja pegawai sudah tumbuh 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Halaman
123
Editor: Aldi Ponge
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved