Sulut Maju

Rencananya ODSK Akan Rombak Kabinet, Ini Kata Gubernur Olly Terkait Jadwalnya

Istimewa
Gubernur Olly Dondokambey 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Rombak kabinet Gubernur Olly Dondokambey- Wagub Steven Kandouw (ODSK) kembali menguat.

Hal itu setelah diungkapkan langsung Gubernur Olly.

"Sudah diproses tinggal tunggu cuaca bagus, " ujar gubernur singkat kepada tribunmanado.co.id, Rabu (17/7/2019).

Gubernur mengatakan, rombak kabinet atau biasa disebut rolling itu akan menyasar Eselom II, III dan IV.

Siapa yang bakal kena rolling? Gubernur masih menyimpan rapat-rapat informasi itu.

Baca: Deretan Artis yang Dijuluki Tukang Pansos, Siapa Saja Itu? Jangan-jangan Ada Idola Kamu Lagi

Baca: Janda Tidur Bareng Brondong 17 Tahun di Hotel, 2 Hari Tak Keluar Kamar, Lalu Kena Razia Aparat

Baca: Imba Sedang Tes Pasar dan Terkesan Hati-Hati Mengeluarkan Pernyataan Politik, Begini Kata Pengamat

Baca: Foto Calon DPD Peraih Suara Terbanyak Ini Digugat ke MK

Baca: Ibu Bhayangkari Lapor Kanit Ditreskrimsus Polda ke Polisi, Saat Melapor Malah Diusir Suami

Wagub Steven pun lantang bersuara soal rombak kabinet. Itu sudah keharusan karena ia menilai pejabat di bawah harus mampu mengimbangi laju kerja Gubernur Olly

"Pak Gub sudah lari gigi 7,jajaran di bawah cuma lari gigi 3," ungkap dia.

Wagub mengatakan, sasarannya saat ini laju kerja Gubernur setelah kedatangan Presiden Jokowi ke Sulut.

Baca: Gadis Ini Kaget Melihat Ada Cupang di Leher dan Dadanya Saat Bangun Tidur, Dia Pun Lapor Polisi

Baca: Pemuda (19) Ajak Pacar Beradegan Dewasa dengan Teman Lelakinya, Berbagi Kepuasan di Sebuah Gubuk

Baca: Ali Ngabalin Menangis Minta Kader Muda Gabung Pemerintahan: Saya Rasakan Beban yang Berat

Baca: Langsung Menuju Ruang Tunggu Tahanan, Steve Emmanuel tak Berkomentar Soal Sidang Vonis

Baca: Ada PNS Sembunyi di Dalam Ambulans Saat Apel Korpri Dilaksanakan, Pejabat Ini Abadikan Momen Itu

"Dengan kondisi Sulut jadi superprioritas pembangunan Presiden Jokowi, bagaimana jajaran di bawah, kalau yang lalod, maaf saja kita tinggal, " ungkap dia.

Informasi diperoleh tribunmanado.co.id, perombakan itu paling utama menyasar bidang yang kaitan kerjanya dengan pariwisata.

Selain itu satu nama pejabat yang bakal muncul kembali yakni Mantan Kepala Badan Penanaman Modal dan PTSP saat ini menjabat Staf Khusus, Henry Kaitjily.

Taufik Tumbelaka, Pengamat Politik Sulut mengatakan, memang sudah saatnya ODSK merombak kabinet. Ia lebih suka menyebutnya rasionalisasi jabatan.

Ada beberapa indikator yang jadi pertimbangan. Pertama, perubahan Sulut jadi superprioritas. ODSK harus memilih figur birokrat yang mengerti tupoksi dan bisa mengimbangi kinerja Olly, terutama di bidang yang kaitam erat dengan Pariwisata.

Baca: Permohonan Rehabilitasi Steve Emmanuel Ditolak, Ini Pertimbangan Majelis Hakim

Baca: Pemilik Anjing Harus Membayar Uang Rp1,5 Juta Untuk Biaya Ini, Sudah Menjadi Ketentuan Pemerintah

Baca: Dua PNS yang Sudah Beristri dan Bersuami Bikin Video Mesum Berdurasi 210 Detik

Baca: Pulang Perayaan Misa, Kader Golkar Diludahi & Dianiaya Seorang Tak Dikenal, Anak Ikut jadi Korban

Baca: Steve Emmanuel Jalani Sidang Putusan Sendiri Tanpa Didampingi Keluarga

Kedua, saat ini masih ada jabatan diisi pelaksana tugas atau Plt. Jabatan di maksud Asisten III, Kepala Badan Penanaman Modal, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Kepala Dinas Kehutanan. Idealnya manajemen jabatan harus diisi pejabat definitif.

Ketiga, pejabat yang sudah harus pensiun. Salah satu tujuan rasionisasi yakni penyegaran organisasi. Selain itu, mempromosikan karir pejabat yang berpotensi.

ODSK harus memilih mempertahankan pejabat lama dengan memperpanjang jabatan, atau mempromosikan wajah baru yang segar punya potensi.

"Kondisi saat ini dengan kerja cepat di sisa waktu periode yang akan segera berakhir maka harus dipikirkan pencapaian visi misi kepala daerah, " ujar dia.

Keempat, pertimbangan kejenuhan posisi jabatan yang sudah diduduki dalam jangka waktu lama.

Dalam sebuah organisasi itu muncul kejenuhan itu hal biasa, itu dialami oleh orang yang sudah lama menempati satu jabatan.

Mungkin butuh tantangan baru, sehingga menghilangkan kejenuhan. Tak dipungkiri di kabinet ODSK ada sosok yang sudah lama menempati satu jabatan hingga 5 tahun. (ryo)