Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Novel Baswedan

Terkena Air Keras, Begini Perkembangan Kesehatan Mata Kiri Novel Baswedan

Perkembangan kondisi mata kiri pasca dioperasi setelah terkena air keras diungkap oleh mantan penyidik KPK Novel Baswedan

Tayang:
Editor: Rhendi Umar
YOUTUBE
Terkait Kasus Penyiraman Air Keras, Novel Baswedan: Kalau Presiden Takut, Saya Sangat Sedih 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perkembangan kondisi mata kiri pasca dioperasi setelah terkena air keras diungkap oleh mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) oleh Novel Baswedan. 

"Kalau perubahan ada, jadi mata kiri saya setelah selesai operasi jauh membaik, saya bisa membaca, melakukan aktivitas yang umum dengan mata kiri," ujar Novel dalam wawancara di program AIMAN, di KompasTV, pada Senin (15/7/2019) malam.

Menurutnya, perkembangan mata kirinya sejak kejadian dua tahun lalu terus membaik.

Meski demikian, mata kirinya itu sempat tak bisa melihat sama sekali pada 22 Juni 2019.

"Sampai setelah bertemu dengan Mas Aiman waktu 2017, perkembangannya 2019 bagus sekali, tapi kemudian tanggal 22 Juni kemarin saya mengalami permasalahan mata kiri yang agak berat, tiba-tiba enggak bisa melihat sama sekali," ungkapnya.

Berita Terpopuler: Ayah dan Anak Korban Kecelakaan Dimakamkan di Satu Peti, Ini Cerita Istri, Ibu dan Oma Korban

Berita Terpopuler: Kisah Cinta Guru SD dan Muridnya, Ketika Main di Kelas Dijaga Siswa Lainnya

Berita Terpopuler: Kerja keras Ole Gunnar Solskjaer Membuahkan Hasil Positif, Si Anak Baru Tunjukan Performa Luar Biasa

Ia pun memeriksakan kondisi tersebut kepada dokter di Jakarta dan Singapura. Untungnya, hal itu ternyata bukan masalah serius dan dapat disembuhkan dengan obat.

Kini, Novel mengatakan bahwa kondisi matanya sudah membaik.

"Ternyata ada darah di belakang lensa yang itu kemudian pelan-pelan diserap oleh tubuh, dan alhamdullilah sekarang membaik," tutur Novel.

Pada 11 April 2017 subuh, Novel tiba-tiba disiram air keras oleh dua pria yang mengendarai sepeda motor.

Saat itu Novel sedang berjalan menuju rumahnya setelah menjalankan shalat subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Cairan itu tepat mengenai wajah Novel. Kejadian itu berlangsung begitu cepat sehingga Novel tak sempat mengelak. Tak ada seorang pun yang berada di lokasi saat peristiwa penyiraman itu terjadi. Novel juga tak bisa melihat jelas pelaku penyerangannya.

Populer: 6 Hal Seputar Pertengkaran Rian & Rai DMasiv saat Konser, Pemicu Perselisihan s/d Komentar Keduanya

Populer: Seorang Siswa SMA Tewas saat Ikuti MOS, Diduga Dianiaya Pembina, Fakta Mengejutkan Terungkap

Populer: Beredar Video Dirinya Pakai Baju Renang, Ayu Ting Ting Cuek Meski Tuai Hujatan

Hingga kini, kasus tersebut belum terungkap dan polisi juga belum menetapkan tersangka.

Ungkap Temuan Baru Penyiraman Air Keras Novel Baswedan, Polri Akan Hadirkan Para Pakar

Polri dan para pakar akan mengungkapkan temuan baru dalam kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Temuan tersebut akan akan disampaikan dalam konferensi pers yang akan berlangsung pada Rabu (17/7/2019).

Selain Divisi Humas Polri, akan hadir dalam agenda tersebut Tim Gabungan Pencari Fakta  atau TGPF kasus Novel.

Demikian Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019) utarakan.

"Rabu 17 (Juli) nanti, kami libatkan dari tim gabungan pakar, akan menjelaskan saat konpers. Didampingi Divisi Humas (Polri) dan Bareskrim," kata Dedi.

Temuan yang akan disampaikan, meliputi fakta temuan di lapangan, hasil pemeriksaan serta pendapat dari para pakar/ahli.

Namun, Dedi memastikan, konferensi pers Rabu mendatang belum mengarah pada tersangka.

"Tentunya masih belum (ada tersangka) ya. Masih dalam proses penyelidikan yang lebih mendalam lagi," kata Dedi.

Berita Selebrtis Tribun Manado

Baca: Berencana Makan Bersama di Hotel Mewah, Penampilan Ussy Sulistiawaty Malah Diprotes Anaknya

Baca: Anak Lee Jeong Hoon Alami Keracunan Makanan Restoran, Banjir Doa dari Penggemar

Baca: Tampil di Depan Jokowi dan Maruf Amin, Goyangan Inul Daratista Jadi Kontroversi, Begini Respons Inul

Selain menyampaikan temuan, dalam konferensi pers itu, TGPF juga akan menyampaikan catatan dan rekomendasi bagi penyidik Polri yang menangani perkara Novel.

Rekomendasi TGPF akan ditindaklanjuti oleh tim teknis yang menangani kasus penyiraman air keras terhadap Novel tersebut.

Diketahui, TGPF dibentuk pada 8 Januari 2019 oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian berdasarkan Surat Keputusan nomor: Sgas/3/I/HUK.6.6/2019.

TGPF beranggotakan 65 orang dari berbagai unsur di antaranya praktisi yang menjadi tim pakar, internal KPK, serta unsur kepolisian yang mendominasi anggota tim.

Tenggat waktu kerja yaitu jatuh pada 7 Juli 2019 atau enam bulan sejak dibentuk.

Berita Politik Tribun Manado:

Baca: Amien Rais Beberkan Surat Prabowo: Begini Permintaannya

Baca: Jokowi-Prabowo Rekonsiliasi: Simak Pergerakan Rupiah

Baca: Pengajuan Kasasi Prabowo-Sandi di MA Kembali Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

TGPF sudah menyerahkan hasil investigasinya kepada Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian pada 9 Juli 2019. Menurut tim, terdapat temuan baru dari laporan tersebut.

Laporan tersebut terdiri dari 170 halaman disertai dengan 1.500 halaman lampiran.

Tim pun sangat menghargai masukan yang diberikan Kapolri dan akan memperbaiki dalam kurun waktu maksimal satu pekan sejak memberikan laporan.

SUBSCRIBE YOU TUBE TRIBUN MANADO TV:

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Setelah 2 Tahun, Begini Kondisi Terkini Mata Novel Baswedan

Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved