Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perampokan Toko Emas

2 Warga Malaysia Rampok Toko Emas di Indonesia, Belajar dari YouTube

Tersangka MNI merupakan residivis kasus perampokan di Malaysia. MNI pernah ditahan PDRM karena kasus perampokan toko emas di Kuala Lumpur, Malaysia.

Editor:
Tribunnews
Jajaran Polresta Tangerang mengungkap kasus perampokan emas yang pelakunya merupakan warga Malaysia. Ekspose kasus ini digelar di Mapolresta Tangerang, Kamis (11/7/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dua warga negara Malaysia nekat merampok toko emas di Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Tim gabungan dari Polresta Tangerang, Polda Banten, dan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) berhasil membekuk keduanya.

Pria berinisial MNRF (26) dan MNI (24) ternyata residivis kasus yang sama di negeri Jiran itu.

Motifnya ingin mencari tambahan biaya buat bekerja di Jepang.

“Tersangka MNI merupakan residivis kasus perampokan di Malaysia. MNI pernah ditahan PDRM karena kasus perampokan toko emas di Kuala Lumpur, Malaysia.”

Demikian Kapolres Kota Tangerang, Kombes Sabilul Alif, saat merilis pengungkapan kasus perampokan emas di Polresta Tangerang, Kamis (11/7/2019).

Baca: Fakta Lain Penemuan Jasad Pendaki Thoriq, Eko Wanadri Azan & Duduk 1,5 Jam Lalu Ajak Tim Balik

Baca: Potret Gaya Hidup Aaliyah Massaid, Kerap Tampil Mewah Bak Sosialita Muda

TONTON JUGA :

MNI pun dipenjara dan bebas 3 Juni 2019. Sedangkan MNFR berasal dari keluarga berkecukupan.

MNFR, kata Sabilul, memiliki keinginan bekerja di Jepang. Namun, dia tidak memiliki cukup uang. MNFR, akhirnya berencana merampok toko emas.

“Untuk memuluskan niatnya, MNFR mempelajari ikhwal perampokan toko emas melalui video di kanal YouTube,” tutur Sabilul.

MNFR kemudian menceritakan niatnya kepada temannya berinisial MS. Oleh MS, MNFR dikenalkan kepada MNI.

Akhirnya MNI sepakat mengikuti MNFR merampok toko emas asalkan segala biaya perjalanan ditanggung.

“MNFR mengaku tidak memiliki alasan spesifik kenapa beraksi di Indonesia. Dia hanya mengatakan hobi berjalan-jalan.

"Adapun motifnya, karena ingin menambah biaya perjalanan ke Jepang,” papar Sabilul.

Sabilul meneruskan, MNFR dan MNI tidak memiliki guide atau pemandu di Indonesia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved