Gempa di Sulut

Ini Penjelasan BMKG, Mengenai EWS Tak Bunyi saat Gempa Magnitudo 7,0 di Bitung

Ini Penjelasan BMKG, Mengenai EWS Tak Bunyi saat Gempa Magnitudo 7,0 di Bitung

Ini Penjelasan BMKG, Mengenai EWS Tak Bunyi saat Gempa Magnitudo 7,0 di Bitung
Tribun manado / Christian Wayongkere
Recky Aror ‎Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG stasiun meteorologi kelas II Maritim Bitung 

Ini Penjelasan BMKG, Mengenai EWS Tak Bunyi saat Gempa Magnitudo 7,0 di Bitung

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG stasiun meteorologi kelas II Maritim Bitung Recky Aror, angkat bicara terkait keberadaan alat Early Warning Sistem (EWS) yang tidak bunyi saat terjadi gempa bumi bermagnitudo 7,0 Minggu malam (7/7/2019).

Untuk sirene Early Warning Sistem (EWS) atau peringatan dini Tsunami memang diatur untuk kesiapan evakuasi warga.

'Kenapa tidak bunyi di Bitung dan Manado, untuk pengaturan sistem peringatan dini sirene berbunyi untuk status awas dan siaga,' kata Recky kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (9/07/2019).

Dijelaskannya saat gempa bumi Minggu Malam di Kota Bitung Bitung statusnya waspada setelah sebelumnya sempat berstatus siaga.

Baca: INI LINK Pengumuman SBMPTN 2019 - Cek Kelulusanmu di UI, IPB, Undip, ITB, UGM dan Unsrat

Baca: INI 2 LINK Live Streaming Konferensi Pers Pengumuman Hasil SBMPTN 2019! Silakan Nonton

Baca: Siapa Bakal Dampingi Michaela Elsiana Paruntu di Pilkada Minsel 2020?

Status siaga kemudian diupdate beberapa saat kemudian, setelah banyaknya sensor yang sudah menangkap signal gempa, statusnya diupdate jadi waspada.

Waktu kejadian gempa Minggu malam, masyarakat yang tinggal di dekat pantai belum ada perintah evakuasi, hanya arahan untuk menjauhi pantai .

“Alatnya berfungsi, setiap tanggal 26 bulan berjalan diuji coba dilihat apakah ada kendala kerusakan atau lainnya,” jelasnya.

Baca: BREAKING NEWS - Gempa Kembali Guncang Kota Ternate Pagi Ini, BMKG Sebut Sudah 49 Kali Gempa Susulan

Baca: BMKG Punya Fasilitas Mumpuni Deteksi Gempa danTsunami, Berikut Rinciannya

Baca: Inilah Jalur Evakuasi di Manado Jika Terjadi Tsunami


Musim Kemarau

Secara klimatologis, sebagian besar wilayah Sulawesi Utara (Sulut) sudah memasuki musim kemarau.

Namun beberapa wilayah masih pada masa peralihan atau pancaroba dari musim hujan ke kemarau.

“Oleh Karena itu di beberapa wilayah di Sulut sering hujan lokal dengan intensitas berbeda-beda,” tambahnya.

Berdasarkan data normal (klimatologi) yang dipakai BMKG, Kota Bitung mengalami puncak musim kemarau pada bulan September.

Baca: Hasil, Jadwal dan Klasemen Liga 2 2019, Sulut United Kumpulkan 7 Poin Dari 4 Laga

Baca: Sulut United Naik ke Peringkat 3 Klasemen Pasca Bekap Persiba 2-0

Baca: Salahudin Terkejut Sulut United Pasang Pola Parkir Bus, Herkis : Kita Lemah di Tengah

 

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved