Sulawesi Utara
Di Era Ini Polisi Mudah Dilihat dan Mudah Dihubungi
Perkembangan era globalisasi dan modernisasi saat ini, meraih kepercayaan publik itu tidaklah mudah.
Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Perkembangan era globalisasi dan modernisasi saat ini, meraih kepercayaan publik itu tidaklah mudah.
Butuh kerja keras dan pengorbanan.
Hal tersebut dibuktikan oleh Polri khususnya Polda Sulawesi Utara yang mampu meraih itu.
Lewat survey yang dilakukan oleh sebuah lembaga yaitu Markplus in Corporated, di awal tahun 2019, Polda Sulawesi Utara mampu menjawab tantangan tersebut.
Yakni dengan meraih poin tertinggi terkait tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kepolisian.
Nilai yang diberikan juga tak tanggung-tanggung, yakni tingkat kepercayaan masyarakat mencapai angka 97 persen.
Sedangkan tingkat kepuasan di angka 94 persen.
Kapolda Sulut Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto bersyukur dengan pencapaian tersebut.
Ia mengatakan penilaian ini disampaikan ke publik supaya masyarakat tidak segan-segan menjadi mitra polisi dalam melayani masyarakat.
“Kami di sini masih mendapat kepercayaan dari masyarakat, Polda Sulut masih dipercaya untuk memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat,” kata Kapolda.
Hasil ini diharapkan bisa menjadi motivasi dan semangat bagi setiap anggota kepolisian, baik di tingkat Polsek, Polres maupun Polda.
“Kita jangan berpuas diri, capaian ini harus kita pertahankan dan terus ditingkatkan, sehingga tingkat keprecayaan pelayanan Polda Sulut, tetap tertinggi di Indonesia,” ucap Kapolda.
Kepercayaan yang tinggi dari masyarakat Sulut ini menjadi salah satu kado terindah bagi Polri khusunya Polda Sulawesi Utara di Hari Bhayangkara yang ke-73 tahun, yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2019
Apalagi selama ini jajaran kepolisian di Sulawesi Utara, mulai dari Kapolda dan seluruh jajaran terus membangun komunikasi, silaturahmi dan bersinergi dengan seluruh stake holders dan seluruh lapisan masyarakat.
Masyarakat juga bisa merasakan kehadiran Polisi di tengah-tengah masyarakat.
Bahkan di saat-saat jam sibuk dan padat, Polisi selalu hadir di tengah masyarakat.
“Marilah mulai dari hal-hal yang kecil, anggota polisi mudah dilihat dimana saja, mudah dihubungi.
"Mari terus lakukan kegiatan humanis kepada personil, perwira-perwira, kapolres dan petugas lalu lintas.
"Apalagi bagian-bagian yang bersinggungan langsung dengan masyarakat,” kata Kapolda.
Soal kehadiran Polisi di tengah masyarakat, ini yang selalu menjadi atensi Kapolda.
Ia ingin masyarakat menjadi aman dan nyaman melihat Polisi yang selalu bisa dilihat setiap waktu dan mudah untuk dihubungi.
Hal lain yang menjadi kebangaan warga Sulut, bahwa pelaksanaan pesta demokrasi yaitu Pemilu serentak Pilpres dan Pileg 2019 berlangsung aman dan damai di wilayah Provinsi Sulawesi Utara.
Tidak ada riak-riak atau persoalan-persoalan menonjol yang mengganggu keamanan dan kedamaian jalannya pesta demokrasi.
Ini tentunya tak lepas dari kerja sama semua pihak mulai dari Kepolisian, TNI, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota, KPU, Bawaslu, dan seluruh stake holders serta seluruh lapisan masyarakat Sulut.
Memang jauh hari sebelum pelaksanaan pencoblosan, Kapolda Sulawesi Utara telah melakukan pengecekan ke seluruh Kabupaten/Kota untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan Pemilu berjalan dengan baik.
Kapolda juga bertemu dengan pihak penyelenggara Pemilu, Pemerintah daerah, bahkan seluruh elemen masyarakat untuk memberikan motivasi, memberikan semangat dan pengertian bahwa Pemilu harus berjalan dengan aman dan damai.
Bahkan Kapolda pun menginisiasi terbentuknya Forum Pemilu Damai yang melibatkan seluruh Forkopimda, Penyelenggara Pemilu, Partai Politik, tokoh agama dan tokoh masyarakat se Sulawesi Utara.
Upaya-upaya tersebut sangat mujarab menjadikan proses demokrasi Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif di daerah Sulawesi Utara berjalan dengan aman dan kondusif.
Dukungan dan apresiasi pun disampaikan sejumlah tokoh di Sulawesi Utara.
“Pada kesempatan ini kita berterima kasih karena penyelenggaraan Pemilihan Umum Pilpres dan Pileg sudah berjalan dengan aman dan damai di Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat menghadiri Gelar Pasukan Operasi Ketupat Samrat 2019 di Polda Sulut.
Aman dan damainya Pemilu, kata Gubernur tidak lepas dari sinergitas aparat keamanan baik TNI, Polri serta seluruh masyarakat Sulawesi Utara.
Apresiasi juga disampaikanKetua KPU Sulut Ardiles Mewoh.
Ia menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda dan seluruh jajaran kepolisian di wilayah Sulut bersama TNI yang sangat berkomitmen dan menunjukkan komitmen tinggi sepanjang penyelenggaraan Pemilu 2019 di Sulut.
"Mulai tahapan awal sampai hari ini, saya sebagai penyelenggara mewakili KPU se-Sulut merasa nyaman bekerja, karena merasa di-back up penuh di setiap tahapan, setiap kerja-kerja itu selalu dapat dukungan keamanan dari Polda dan TNI," katanya
Atas dukungannya pada penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 yang berlangsung sukses, aman, damai dan nyaman di Provinsi Sulut, Pemerintah Provinsi memberikan piagam penghargaan kepada Kapolda Sulut dan para pimpinan Forkopimda Sulut lainnya.
Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, di tengah-tengah berlangsungnya upacara bendera memperingati Hari Lahirnya Pancasila ke-74 Tahun 2019, Sabtu (01/06/2019) pagi lalu, di halaman Kantor Gubernur.
Tahun 2018 Tindak Pidana Menonjol di Sulawesi Utara Menurun Jika dibandingkan dengan tahun 2017, di tahun 2018 ini terjadi penurunan tindak pidana menonjol di wilayah hukum Polda Sulawesi Utara.
Pada tahun 2018 sampai dengan bulan november jumlah keseluruhan tindak pidana menonjol yang terjadi berjumlah 8.561 kasus dan sudah diselesaikan sebanyak 5.924 kasus.
Dibandingkan dengan tahun 2017 jumlah keseluruhan tindak pidana menonjol berjumlah 9.680 kasus dan sudah diselesaikan 7.319 kasus.
Untuk kejahatan narkoba yang dapat diungkap pada tahun 2018 mengalami kenaikan berjumlah 236 atau 11,32 % perkara sedangkan pada tahun 2017 berjumlah 212 perkara.
Jumlah tersangka yang ditangkap pada tahun 2018 berjumlah 246 orang dan barang bukti yang yang berhasil diamankan pada tahun 2018 yaitu narkotika jenis ganja 990,73 gram, sabu 1.058,07 gram, tembakau gorilla 13,69 gram, psikotoprika jenis alprazolam 375 butir, obat keras 30.706 butir, bahan berbahaya cap tikus 14.390 liter, minol berbagai merk 2.767 botol, kosmetik 142 dos merk, miras oplosan 43 botol, mie mengandung borax 42 kg, kokain 1.014, 82 kg, LSD 3 blot dan PCC 6.311 butir.
Pada tahun 2017, Polda Sulut menyelesaikan kejahatan terhadap kekayaan negara sebanyak 20 kasus, selesai 10 kasus atau 50 %. Dan tahun 2018 berjumlah 22 kasus, selesai 16 kasus atau 63,63 %.
Sedangkan yang dinyatakan SP3 nihil. Sedangkan jumlah uang negara yang berhasil diselamatkan pada tahun 2018 sebesar Rp. 797.922.432,06.
Khusus tindak pidana indagsi tahun 2017 berjumlah 7 kasus, selesai 3 kasus atau 42,85 % dan tahun 2018 berjumlah 8 kasus masih dalam proses penyidikan.
Cyber crime/perbankan tahun 2017 berjumlah 72 kasus, selesai 29 kasus (40,27 %) dan tahun 2018 berjumlah 102 kasus, selesai 12 kasus (11,76 %).
Tindak pidana lingkungan hidup/pertambangan/kehutanan dan konservasi SDA tahun 2017 berjumlah 9 kasus, selesai 2 kasus (22,22 %) dan tahun 2018 berjumlah 5 kasus, selesai 2 kasus (40 %).
Sedangkan kejahatan transnasional tahun 2017 berjumlah 1 kasus selesai 1 kasus (100 %), dan tahun 2018 berjumlah 3 kasus, selesai 2 kasus (66,6 %).
(Tribunmanado.co.id/Ferdinand Ranti)
BERITA TERPOPULER:
Baca: Pesulap Bernama Pak Tarno Menikah Dengan Pramugari Cantik, Ini Kisahnya
Baca: 5 Lowongan Kerja Lulusan SMA Gaji Rp 7,5 Juta, Berikut Syarat dan Cara Daftarnya
Baca: Jepang Ingin Pulangkan Kerangka Tentaranya yang Tersebar di Papua, Warga Minta Kompensasi
TONTON JUGA:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/di-era-ini-polisi-mudah-dilihat-dan-mudah-dihubungi.jpg)