Gempa Megathrust
Terdapat Potensi Gempa Kekuatan 9 Magnetudo, BMKG Minta Masyarakat Tak Panik
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat tak panik dengan hasil penelitian tentang gempa.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat tak panik dengan hasil penelitian tentang gempa.
Hasil penelitian menyebutkan di selatan Lombok terdapat potensi gempa dengan kekuatan 9 magnitude menyita perhatian banyak orang, khususnya warga Lombok.
Menurut banyak media, hasil penelitian tersebut disampaikan Prof Ron Harris dalam seminar yang diadakan di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat, Kamis (4/7/2019).
Prof Ron Harris, pakar Geologi dan Kegempaan dari Brigham Young Univesity, Utah, Amerika Serikat.
Menyikapi hal itu, Kepala BMKG Mataram Agus Riyanto mengimbau masyarakat tidak perlu resah dengan hasil riset yang disampaikan Prof Ron Harris.
Namun ia mengimbau masyarakat tetap waspada.
"Ini yang menjadi perhatian masyarakat NTB seharian ini, dari pagi akibat adanya seminar Profesor Ron Harris.
"Jadi masyarakat NTB jangan panik, yang penting kita harus waspada dan kita harus pandai bagaimana cara mitigasi bencana."
Baca: Di Lokasi KEK Ada Baliho Ucapan Selamat Presiden dan Wakil Presiden Terpilih
Baca: Ini Sosok Wanita Cantik Asal Tomohon yang Ditugaskan Menyambut Presiden Jokowi
Baca: 8 Artis Ini Tak Suka Pamer Harta, Nomor 3 Uang Jajan dalam Sebulan Capai Rp 600 Juta
Baca: 6 Artis Cantik Ini Pernah Terjebak Cinta Vicky Prasetyo, Nomor 5 Buat Vicky Nangis
Baca: Bertemu Jokowi, Angela Tanoesoedibjo Digadang Masuk Kabinet Menteri, Berikut Profil Lengkapnya
Baca: KABAR TERBARU Anggota TNI Kopda Lucky Meninggal Dianiaya, Berawal Tersangka Merekam Korban
Baca: TERBARU DEMOKRAT, Deklarator Partai: SBY Hancurkan Demokrat & Gagal, Kongres Luar Biasa Dipercepat
Demikian Agus saat jumpa pers di Roemah Langko, Mataram, Kamis (4/7/2019).
Ia menerangkan, potensi gempa megathrust atau gempa besar di selatan Lombok memang benar adanya.
Hal ini dilihat dari zona penunjaman atau subduksi yang terjadi antara lempeng Australia dan lempeng Eurasia.
"Di Pulau Lombok mempunyai dua generator gempa bumi, pertama busur naik belakang Flores.
"Yang kedua, yaitu megathurst di amana zona penunjaman atau subduksi antara dua lempeng besar yaitu lempeng Australia yang menyusup masuk ke lempeng Eurasia."
Ia menerangkan, garis bentangan megathurst tidak hanya meliputi Lombok, tetapi juga meliputi barat Sumatera.
Kemudian melewati selatan Lombok hingga arah Sumba menuju atas Maluku.