Minggu, 19 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bolmong

Kehidupan Warga Desa Emas, Sehari Jutaan Rumah, Koleksi Empat Mobil

Selama ini, warga mencukupi kebutuhan hidup dengan menambang. Emas membuat ekonomi warga di atas rata - rata.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Finneke Wolajan
Tribun Manado/Arthur Rompis
Kehidupan Warga Desa Emas 

TRIBUN MANADO.CO.ID - Keinginan Pemkab Bolmong dan Forkopimda untuk menertibkan tambang liar di Desa Bakan sulit berhasil bilamana tak ada solusi pekerjaan bagi warga yang menambang.

Selama ini, warga mencukupi kebutuhan hidup dengan menambang.

Emas membuat ekonomi warga di atas rata - rata.

Bagaimana kehidupan sehari hari warga Desa Bakan yang dikelilingi emas ?

Dari jarak sekira 5 kilometer, sebuah bukit tertampak di daerah desa Bakan.

Bagian tengahnya gundul.

Di sana terlihat titik - titik kecil, seperti kemah - kemah dari terpal.

Makin dekat Bakan, bukit kian turun.

Dan hilang berganti suasana kemakmuran kala memasuki desa itu.

Rumah rumahnya besar.

Mobil parkir di garasi.

Beberapa rumah mengoleksi beberapa mobil.

Jalan jalannya tertata.

Di atasnya lalu lalang sejumlah warga di atas motornya dengan membawa karung berisi rep.
Beberapa mart terdapat di sana.

Banyak pula warung berskala sedang.

Keadaan itu kontras dengan desa sekeliling.

Di mana banyak rumah yang kecil dan kumuh, jalan rusak serta warung hanya bisa dihitung dengan jari dan kecil pula.

Tribun bertemu dengan seorang warga yang mengaku bernama Dion.

Dion kala itu sedang duduk santai bersama sang istri di bawah pepohonan depan rumah.

Rumah Dion berukuran besar, minimalis, tapi belum selesai.

Dindingnya belum diaci.

Lantainya masih beton kasar.
Samping rumah terdapat pasir dan batu.

"Rumah ini sementara dalam proses pembangunan," katanya.

Dion mengaku rumah itu dibangun dari hasil tambang.

Sebagai penambang kasar penghasilannya bervariasi tapi selalu lebih dari dua juta.

"Pernah saya sampai lima juta sehari, kadang sih tak dapat tapi itu jarang," katanya.

Dulunya Dion berkebun.

Hingga suatu waktu ia bertemu dengan seorang wanita dan jatuh cinta.

"Saya ingin bahagiakan dia, tak mungkin dari hasil kebun, saya pilih jadi petambang," kata dia.

Pilihan Dion tak salah.

Ekonominya berkembang.

Sebuah rumah ia bangun.

"Kalau hanya berkebun mana mungkin saya bisa bangun rumah sebesar ini, apalagi rumah tangga baru," katanya.

Dion tergolong cerdas. Ia tak mau tinggalkan berkebun. Ia sadar tambang tak selamanya ada.

"Saya beli kebun untuk ditanami, supaya kalau tidak lagi menambang sudah ada kebun, rumah dan kendaraan," kata dia.

Ia mengaku menjauhi pesta pora.

Uang ia tabung dan keluarkan dengan perhitungan.

Podomi salah satu warga menyatakan, emas mengubah kehidupan warga setempat.

Dari miskin jadi berkecukupan.

Ia membeber di desa itu banyak contoh loncatan ekonomi.

"Tetangga saya dulu miskin sekali, tapi ia ulet kemudian kelola tambang, lihat kini, mobilnya saja empat," kata dia.

Menurut dia, warga yang mengelola lubang punya omzet belasan juta perhari.

Sedang para pekerja kasar sehari bisa dapat ratusan ribu.

"Tambang menghidupi kami," kata dia.

Usman warga lainnya mengatakan, rezeki tambang terlihat jelas kala lebaran nanti.

Warga jor - joran belanja.

"Pagu belanjanya sampai 15 jutaan," kata dia.

Ia mengaku sadar resiko tambang.

Prinsipnya sederhana saja.

"Kalau memang Tuhan tentukam kita mati dimanapun berada pasti kita mati, tidur pun bisa mati," kata dia.

Diketahui Pemkab Bolmong serta Forkopimda berencana menata tambang liar di busa Bakan.

Para penambang akan diminta meninggalkan lokasi tambang liar untuk sementara.

Pemkab bernegosiasi dengan PT JRBM untuk menciutkan lahan mereka kemudian mengusulkan pembentukan wilayah pertambangan rakyat (WPR) ke Pemprov.

Sekda Bolmong Tahlis Gallang mengatakan, rapat bersama Forkopimda menyepakati pengosongan lokasi tambang busa bakan dengan jangka waktu 7 hari.

"Ini hasil keputusan bersama," kata dia.

Dikatakan Tahlis, sebelum ada kesepakatan itu, pengosongan lokasi tambang sudah berkali kali disosialisasikan ke warga.

Ungkap Tahlis, langkah selanjutnya adalah Pemkab akan meminta PT JRBM bermusyawarah untuk menyerahkan sejumlah lahan.

Lahan itu akan diusulkan sebagai wilayah WPR ke Pemprov.

"Lahan yang diciutkan akan diusulkan untuk jadi WPR," kata dia.

Menurut dia, upaya itu adalah yang terbaik untuk warga Bakan.

Aktivitas tambang bakal menjadi legal.

"Kalau seperti ini terus tidak akan ada perubahan sama sekali," kata dia.

Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling beberapa waktu lalu mengatakan perlu ada perubahan sifat pertambangan di Bakan.

Sebut dia, tambang di Bakan ilegal dan membahayakan warga. 

Berita Terpopuler :

Baca: Kronologi Polisi Pamen Polda Diduga Rudapaksa Siswi SMP saat Silaturahmi Idul Fitri, Dibikin Mabuk

Baca: Profil Lengkap Marsudi Wahyu Kisworo, Saksi Ahli KPU di Sidang MK, Berikut Penjelasannya

 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved