AS VS China

Apple dan Microsoft Layangkan Surat ke Donald Trump, Imbas Perang Dagang, Begini Isi Suratnya

Perusahaan teknologi melayangkan surat komplain ke gedung putih sebelumnya Nike, Adidas dan perusahaan ritel lain.

Editor: Chintya Rantung
kompas.com
Perang dagang antara China dan AS 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perusahaan teknologi melayangkan surat komplain ke gedung putih sebelumnya Nike, Adidas dan perusahaan ritel lain.

Tidak dipungkiri lagi, mereka telah merasakan sengatan dari perang dagang antara AS-China.

Saat ini, mereka telah mencoba mencegah usulan babak tarif baru yang ditujukan pada banyak teknologi Amerika. 

Dikutip dari CNN, Jumat (21/6/2019), Tak hanya 1 atau 2 perusahaan, tapi lebih dari setengah lusin perusahaan teknologi menyurati Trump dan meminta tak memukul produk yang mereka hasilkan di China dengan tarif tambahan.

Pasalnya, Gedung Putih telah mempertimbangkan RUU yang akan melayangkan tarif 25 persen pada 300 miliar dollar AS barang China yang belum terkena dampak tarif. 

Tarif tersebut akan berlaku untuk berbagai produk, mulai dari kerbau hidup, primata, hingga kaos dan sepatu.

Tarif ini juga akan berlaku pada bidang teknologi seperti laptop, konsol video game, kota baterai, dan produk lainnya. Hal ini tentu membuat konsumen merogoh kocek lebih dalam bahkan bisa merusak keuntungan perusahaan teknologi.

Baca: VIDEO VIRAL Pelajar SMP Pesta Lem di Kamar, Endingnya Ada Siswi Ciuman

Baca: Oknum Polisi Pangkat AKBP Setubuhi Paksa Siswi SMP, Ada Fakta Lain Terungkap

Baca: Guru Agama Cabuli Siswi SD, Alasannya Biar Korban Cepat Dewasa, Terungkap Berkat Hal Ini

Adapun, perusahaan teknologi yang menyurati Donald Trump adalah Apple(AAPL), Dell Technologies (DELL) HP (HPQ), Intel (INTC), Microsoft (MSFT), Sony (SNE), dan Nintendo (NTDOY). Merek meminta produk buatannya dikecualikan dari daftar barang yang dikenakan tarif.

Tak sampai situ, Asosiasi Teknologi Konsumen juga mengirimkan surat. Mereka meminta pemerintah mempertimbangkan proses bagi perusahaan yang meminta produknya dikeluarkan dari tarif.

Mereka menilai, kenaikan tarif adalah cara yang salah untuk meningkatkan hubungan perdagangan AS-China.

"Tidak ada yang menang dalam perang perdagangan, dan kenaikan tarif yang meningkat akan menimbulkan kerusakan besar pada bisnis, pekerja, dan konsumen Amerika," sebut Asosiasi dalam suratnya.

Surat-surat itu diajukan sebelum rapat dengar pendapat umum awal minggu ini.

Diketahui, tarif yang saat ini diajukan adalah kelanjutan dari sengketa perang tarif AS-China. Bulan lalu, AS telah menaikkan tarif eskpor China senilai 200 miliar dollar AS dari 10 persen menjadi 25 persen.

Kemudian, China meresponnya dengan meningkatkan tarif barang-barang AS, seperti kapas dan biji-bijian.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved