Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Piala AFC 2019

VIDEO Aksi Tendangan Kung Fu Pemain Becamex ke Gelandang PSM Makassar, Langsung Berbuah Kartu Merah

Dalam pertandingan itu, PSM Makassar harus menelan kenyataan pahit setelah kalah 0-1 dari Becamex Binh Duong.

Penulis: Reporter Online | Editor: Gryfid Talumedun
(instagram/rizkypellu19)
Ekspresi Rizky Pellu saat gagal mencetak gol di laga penyisihan Grup H Piala AFC antara PSM Makassar vs Kaya Iloilo FC 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ada aksi brutal yang dilakukan oleh pemain Becamex Binh Duong dalam laga melawan PSM Makassar, Rabu (19/6/2019).

Pemain Becamex Binh Duong, Nguyen Trung Tin, mendapatkan ganjaran berupa kartu merah setelah melakukan tendangan ke gelandang PSM Makassar, Rasyid Bakri.

Becamex Binh Duong baru saja menjamu PSM Makassar dalam leg pertama semifinal Piala AFC 2019 Zona ASEAN di Go Dau Stadium.

Dalam pertandingan itu, PSM Makassar harus menelan kenyataan pahit setelah kalah 0-1 dari Becamex Binh Duong.

Gol semata wayang Becamex dicetak oleh Nguyen Tien Linh melalui serangan balik pada menit ke-60.

Namun di balik kekalahan PSM Makassar malam itu, sebuah aksi brutal pemain Becamex mewarnai pertandingan leg pertama semifinal Piala AFC 2019.

Aksi brutal itu dialami oleh gelandang PSM Makassar, Rasyid Bakri, yang ditendang secara kasar oleh pemain Becamex, Nguyen Trung Tin.

Baca: Hasil AFC U-20 Futsal Championship 2019 Timnas Indonesia vs Afganistan, Tim Merah Putih Kalah

FOLLOW TRIBUN MANADO FACEBOOK

Tindakan tak terpuji yang dilakukan Nguyen Trung Tin saat itu bahkan sempat terekam jelas kamera pertandingan.

Aksi brutal yang terjadi pada babak kedua itu bermula saar Becamex mendapat kesempatan lemparan ke dalam.

Kala itu, Nguyen Trung Tin berperan sebagai pemain yang melakukan lemparan ke dalam.

Awalnya, Nguyen Trung Tin melakukan lemparan ke dalam mengarah ke rekan satu timnya, Nguyen Trong Huy.

Trong Huy yang kala itu dibayangi Rasyid Bakri berhasil menerima lemparan dengan baik dan kemudian mengembalikan bola ke arah Nguyen Trung Tin.

Rasyid Bakri lantas mencoba merebut bola yang dioper Trong Huy ke Trung Tin.

Namun, percobaan Rasyid Bakri untuk merebut bola malah berujung sial baginya.

Rasyid disambut tendangan dua kaki Trung Tin yang mengenai perutnya ketika mereka saling berhadapan.

Gelandang PSM Makassar itu pun langsung tergelak di lapangan dan mengerang kesakitan sambil memegangi perutnya.

Aksi brutal yang dilakukan Trung Tin terlihat jelas oleh wasit yang bertugas saat itu.

Sang wasit pun langsung mengeluarkan kartu kuning atas tindakan tak terpuji Trung Tin.

Tidak lama kemudian, wasit mengeluarkan kartu merah karena Trung Tin sebelumnya sudah mendapatkan kartu kuning.

Baca: UPDATE Napas Lega Pihak KPU: Laksana Dalil Pemohon Tak Terbukti Usai Keterangan Ahli di MK

Tendangan brutal yang sempat terekam kamera itu langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Dalam pertandingan ini, PSM Makassar akhirnya harus menyerah 0-1 meski mereka menghadapi 10 pemain tim lawan.

Selanjutnya, PSM Makassar akan kembali melawan Becamex pada leg kedua yang akan digelar di Stadion Pakansari, Bogor.

Pembelaan Darije Kalezic

Kekalahan PSM Makassar pada leg pertama Semifinal Zona Asean Piala AFC, Rabu (19/6/2019), dari Becamex Binh Duong dianggap lantaran telatnya Darije Kalezic melakukan rotasi pemain.

Unggul jumlah pemain pada menit 50' pasca winger Becamex, T Nguyen, diganjar kartu kuning kedua, PSM belum juga melakukan perubahan strategi.

Pola serangan PSM saat unggul jumlah pemain tak mengalami perkembangan.

Sama halnya saat laga babak pertama dimana lini depan PSM tak mampu menembus pertahanan ketat Becamex.

Darije baru melakukan pergantian pemain pada menit 67' dimana penyerang sayap, M Rahmat masuk menggantikan Rasyid Bakrie yang yang berposisi sebagai gelandang pada laga itu.

Gelandang PSM Rasyid Bakri mengirim umpan kepada rekan setimnya diapit pemain Sriwijaya FC pada laga lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (28/4/2018) lalu.
Gelandang PSM Rasyid Bakri mengirim umpan kepada rekan setimnya diapit pemain Sriwijaya FC pada laga lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (28/4/2018) lalu. (sriwijaya post)

Sementara Guy Junior yang merupakan striker utama digantikan Ferdinand Sinaga pada menit 73'.

Selain terlambatnya digantikan Guy, sejumlah pihak juga menilai Darije terlalu lama menyimpan Eero Markkanen di bangku cadangan.

Striker asal Finlandia yang merupakan top skor PSM sejauh ini di Piala AFC dengan lima golnya baru dimainkan pada menit 84' menggantikan Rizky Pellu.

Baca: Sempat Pegang Tangan Suami, Yeni Hilang Terseret Arus di Parit

Ekspresi Rizky Pellu saat gagal mencetak gol di laga penyisihan Grup H Piala AFC antara PSM Makassar vs Kaya Iloilo FC, Selasa (2/4/2019) lalu, di Stadion Pakansari, Bogor.
Ekspresi Rizky Pellu saat gagal mencetak gol di laga penyisihan Grup H Piala AFC antara PSM Makassar vs Kaya Iloilo FC, Selasa (2/4/2019) lalu, di Stadion Pakansari, Bogor. (instagram/rizkypellu19)

Masuknya Eero tak banyak membantu Laskar Pinisi yang sudah tertingal satu gol pada menit 80'.

Namun terkait dengan strategi pergantian pemain itu, Darije memiliki alasan tersendiri.

"Saya rasa tidak ada masalah dengan pemain nomor 39 (Guy)," ujarnya.

Penyerang Deadlock

Bermain dengan 10 pemain Becamex Binh Duong berhasil menekuk 1-0 PSM Makassar. Kemenangan Becamex ini tak terlepas dari buruknya skema serangan anak asuhan Darije Kalezic.

PSM memiliki peluang besar menang di leg pertama Semifinal Zona Asean Piala AFC yang berlangsung di Stadion Go Doun, Vietnam, Rabu (19/6). Ini lantaran Becamex harus bermain dengan 10 pemain di menit 50'.

Winger Becamex, T Nguyen, diganjar kartu kuning kedua setelah melanggar Rasyid Bakrie dengan keras. Sebelum bermain dengan 10 orang, Becamex ditahan tanpa gol saat babak pertama.

Pada babak pertama kedua tim bermain cukup hati-hati. Sehingga peluang membahayakan dari PSM maupun Becamex tak tercipta.

Setelah bermain dengan 10 pemain, Becamex mengendorkan serangan bahkan cenderung bertahan. Hanya saja Wiljan Pluim Cs tak memanfaatkan momen tersebut.

Ini terlihat dari statistik laga. Dimana secara penguasaan bola PSM hanya unggul tipis 51 persen sementara Becamex 49 persen.

Lini serang PSM pun sepertinya tak mengalami perkembangan meskipun unggul jumlah pemain. Rapatnya lini pertahanan Becamex membuat PSM tak sekalipun mampu melepaskan tendangan mengarah ke gawan dari 10 kali percobaan.

Padahal tim berjuluk Laskar Pinisi ini telah melakukan pergantian pemain dengan memasukan dua striker sekaligus yakni Ferdinand Sinaga dan Eero Markkanen. Ferdinand memiliki satu peluang dalam kotak finalti tetapi sepakan setengah volinya masih melambung tinggi.

Memanfaatkan kondisi frustasi skuad PSM, Becamex mampu menciptakan dua peluang emas. Dimana satu diantaranya berbuah gol pada menit 80'.

Berawal dari serangan balik, pemain lini tengah Becamex melepaskan umpang Crossing ke arah tiang jauh gawang Rivky Mokodompit. Pemain pengganti Becamex, Nguyen Tien Linh sukses menyambut umpang tersebut dengan headingnya yang tak mampu ditepis Rivky.

Setelah tertinggal makin terpuruk. Sisa waktu 10 menit tak mampu dimanfaatkan untuk memburu ketertinggalan.

Statistik Becamex vs PSM

Becamex

Ball Position: 49 Persen
Operan: 328
Akurasi Operan: 75 Persen
Shoot: 14
Shoot on target: 2
Fouls: 16
Offside:-
Corner Kick:-
Yellow Card: 2
Red Card: 1

PSM

Ball Position: 51 Persen
Operan: 322
Akurasi Operan: 79 Persen
Shoot: 10
Shoot on target:-
Fouls: 18
Offside: 1
Corner Kick: 3
Yellow Card: 1
Red Card: -

Berita Ini dikompilasi dari berbagai Sumber. Klik Tautan Sebelumnya tribun-timur.com

Baca: Debat Panas Yusril Mahendra & Iwan Satriawan di Sidang MK: Ahli ya Ahli hingga Bahas Terorisme

FOLLOW TRIBUN MANADO FACEBOOK

FOLLOW INSTAGRAM FACEBOOK

SUBCRIBE TRIBUN MANADO TV

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved