Berita Ekonomi

Mei 2019, Lagi-lagi Tomat dan Cabai Picu Inflasi 2,60 Persen

Sementara untuk inflasi tahun kalender 1, 14 persen dan inflais year on year (you), 2, 11 persen.

Mei 2019, Lagi-lagi Tomat dan Cabai Picu  Inflasi 2,60 Persen
tribun manado/fernando lumowa
Kepala BPS Sulut, Ateng Hartono menjelaskan tingkat inflasi Kota Manado, Senin (10/06/2019). 
 
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kota Manado mengalami inflasi 2, 60 persen di Bulan Mei 2019. 
Sementara untuk inflasi tahun kalender 1, 14 persen dan inflais year on year (you), 2, 11 persen.
Kepala BPS Sulut, Dr Ateng Hartono mengatakan, inflais Sulut di Bulan Mei terbilang relatif tinggi. 
"Karena lebih tinggi dari inflasi nasional sebesar 1, 68 persen," kata Ateng saat merilis data inflasi Bulan Mei 2019 di kantornya, Senin (10/06/2019).
Inflasi Mei 2019 disebabkan lonjakan harga kelompok bahan makanan. Dimana, komoditas holtikultura, yakni tomat dan cabai rawit (rica) menjadi penyebab utama.
Tomat menyumbang 2, 13 persen inflasi Bulan Mei 2019. Ia menjelaskan, fluktuasi harga tomat sangat berpengaruh pada tingkat inflasi.
Kemudian, cabai menyumbang 0, 38 persen, pepaya 0, 079 persen, cakalang 0, 077 persen, telur ayam ras 0, 0724 persen.
Katanya, inflasi Mei 2019 agak unik. Pasalnya terjadi perubahan pola inflasi.  Dua tahun sebelumnya, terjadi penurunan inflasi. 
"Tahun 2017 dan 2018, setiap bulan Mei terjadi penurunan tapi tahun ini malah naik dan angkanya lumayan," kata Ateng.
Selain bahan makanan, kelompok penyumbang inflasi lainnya ialah pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0, 12 persen.(ndo)
BERITA TERPOPULER:

Sebelumnya di Bulan April, Kota Manado mengalami deflasi 1, 27 persen di Bulan April 2019. Turunnya angka indeks harga konsumen yang cukup dalam kelompok bahan makanan sebesar -6, 47 persen menyebabkan deflasi Manado tertinggi di Indonesia.

Penurunan indeks kelompok bahan makanan mampu mendorong deflasi meskipun enam kelompok pengeluaran lainnya mengalami inflasi.

Marthedy Tenggehi, Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara mengatakan, inflasi tahun kalender sebesar -1, 42 persen dan inflasi tahunan (you) 0, 07 persen.

Penurunan harga sejumlah komoditas holtikultura dan bahan pokok mendorong inflasi di Manado pada Bulan April 2019. Tomat sayur paling dominan, yakni 1, 3188 persen. Lalu Cakalang 0, 1642 persen dan beras 0, 559 persen.

"Seandainya harga tomat sayur, beras dan cakalang ini stabil tentu relatif baik pada daya beli masyarakat," ujar Tenggehi saat merilis data ekonomi Sulut untuk April 2019 di kantornya, Kamis (2/5/2019).

Sementara, harga beras yang sempat turun juga turut berpengaruh pada tingkat deflasi di Manado. Menurutnya, harga beras sangat ditentukan kondisi di sentra penghasil beras.

Jika sedang panen di Bolmong Raya, sebagian Minahasa dan daerah di Sulteng, harga relatif turun sehingga mempengaruhi indeks.

Meskipun begitu, kata Tenggehi, perlu waspada karena kelompok pengeluaran lainnya tetap mengalami inflasi. Misalnya komoditas bawang merah, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar.

"Kita jangan terlena dengan deflasi ini karena hanya kelompok bahan makanan yang turun (deflasi) sementara lainnya tetap inflaisi," kata Tenggehi. (ndo)

Subscribe Kanal Youtube Tribun Manado

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved