Rabu, 13 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah

8 Juni Hari Lahir Soeharto, Kisah Hidup, Karir hingga Penghargaan Presiden ke-2 RI

08 Juni merupakan hari lahir Soeharto, Presiden ke-2 Republik Indonesia

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
Facebook
Soeharto 

Soeharto kemudian menjadi Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad). Saat terjadi peristiwa 1965, Soeharto melakukan pendekatan kepada Presiden Soekarno untuk melakukan penumpasan terhadap Gerakan 30 September.

Pada 3 oktober 1965, Mayjend Soeharto diangkat sebagai Panglima Kopkamtib dan mempunyai wewenang untuk menindak mereka yang diduga sebagai pelaku G30S.

Setelah melalui sidang MPRS pada 7 Maret 1967, Soeharto ditunjuk untuk menjadi penjabat presiden, dan resmi sebagai presiden pada 27 Maret 1968.

Kepemimpinan Soeharto menjadi masa peralihan dari orde lama ke orde baru.

Soeharto berhasil melanggengkan kekuasaannya hingga 32 tahun.

Selain membatasi ranah partai, era orde baru juga melakukan pembatasan terhadap media massa.

Di era Soeharto, bidang pertanian menonjol. Indonesia berhasil swasembada beras mulai 1984. Produksi beras pada tahun itu mencapai 25,8 juta ton.

Akhir Kepemimpinan

Mei 1998 mulai muncul gejolak atas pemerintahan Soeharto.

Pada 18 Mei 1998, Gedung DPR dipenuhi ribuan mahasiswa yang menuntut Soeharto mundur dari jabatannya.

Sehari setelahnya, 19 Mei 1998, Soeharto bertemu ulama, tokoh masyarakat dan budayawan untuk segera mengadakan reshuffle Kabinet Pembangunan VII, dan sekaligus mengganti namanya menjadi Kabinet Reformasi.

Menko Ekuin saat itu, Ginandjar Kartasasmita bersama Menperindag Mohamad Hasan melaporkan kepada Presiden soal kerusakan jaringan distribusi ekonomi akibat aksi penjarahan dan pembakaran.

Bersama mereka juga ikut Menteri Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng yang melaporkan rencana penjualan saham BUMN yang beberapa peminatnya menyatakan mundur.

Pada 20 Mei 1998, 14 Menteri bidang ekuin mengadakan pertemuan di Gedung Bappenas kemudian menandatangani surat kesepakatan meminta Presiden Soeharto mundur dari jabatannya.

Mereka sepakat menyatakan tidak bersedia duduk dalam Komite Reformasi, ataupun Kabinet Reformasi hasil reshuffle.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved