SBY Masih Puasa Bicara Politik
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono masih dalam suasana berkabung atas kepergian sang istri, Ani Yudhoyono.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOGOR – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono masih dalam suasana berkabung atas kepergian sang istri, Ani Yudhoyono. Karena itu, dalam beberapa waktu ke depan, SBY masih akan fokus pada kegiatan yang berkaitan dengan keluarganya terlebih dahulu ketimbang agenda partai politik. Ia masih puasa bicara politik.
"Kemarin kami berdiskusi dengan beliau (SBY). Beliau masih berduka dan akan (beraktivitas) di rumah Cikeas. Mungkin pekan depan bisa ke (kediaman di) Kuningan, tapi kembali lagi ke Cikeas," ujar Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan di kediaman SBY, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/6)malam.
"Tapi itu juga semua kegiatan ini masih internal keluarga. Masih berkenaan dengan keluarga ya. Tidak ada bicara partai atau yang lain sama sekali," lanjut dia.
Baca: Jokowi Titip Salam Melalui AHY: Dua Putra SBY Silaturahmi ke Megawati
Menurut Hinca, hal itu tidak berdampak negatif terhadap putaran roda partai. Sebab, sudah ada mekanisme yang mengatur jalannya birokrasi partai. Lagipula, lanjut Hinca, saat ini belum ada agenda internal partai yang membutuhkan SBY turun secara langsung.
"Teknis kegiatan kepartaian, saya masih dapat menjalankannya. Karena saat ini paling masih fokus (memantau sengketa hasil Pemilu 2019) di Mahkamah Konstitusi," ujar Hinca.
Selain itu, lantaran masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, banyak kader serta fungsionaris partai yang masih ber-Lebaran dengan sanak familinya. Dengan demikian, Hinca memprediksi roda partai akan mulai bergerak aktif setelah tanggal 11 Juni 2019. Namun, belum dapat diketahui apakah SBY akan mulai terjun langsung mengurusi partai atau tidak.
Keluarga Presiden ke-6 RI/Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (7/6) malam, menggelar tahlilan mendoakan almarhumah Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono yang wafat pada Sabtu (1/6) lalu. Acara tahlilan digelar di Pendopo kediaman, Puri Cikeas, Jalan Alternatif Cibubur, Nagrak, Bogor, Jawa Barat.
"Tahlilan ini diselenggarakan tujuh hari setelah berpulangnya Ibu Ani Yudhoyono ke Rahmatullah," ujar Kepala Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari, Jumat malam.
Berdasarakan pengamatan di lokasi, tahlilan diawali dengan melaksanakan salat isya berjamaah sekitar pukul 19.00 WIB. Tenda putih berdiri di pelataran samping pendopo demi menampung tamu yang tidak mendapatkan tempat di pendopo.
Baca: BPN: AHY Monggo Jadi Menterinya Jokowi
Tahlilan dimulai pada pukul 19.30 WIB. Hingga pukul 19.13 WIB, masih banyak tamu yang mendatangi kediaman SBY untuk mengikuti tahlilan. Sudah tampak hadir sejumlah fungsionaris partai, antara lain Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan dan politisi senior Partai Demokrat EE Mangindaan. Adapun, dari tokoh luar Partai, tampak hadir salah satunya Rachmawati Soekarnoputri.
PAN: Tak Bijak Salahkan Prabowo-Sandi
PAN menanggapi pernyataan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut partainya hingga sang ketum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadikan kambing hitam atas kekalahan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. PAN menegaskan tidak ada pihak yang menyalahkan PD, SBY maupun Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Saya kira tidak ada pihak yang menyalahkan pihak lain. Dalam situasi seperti ini, saling menyalahkan tentu bukan sikap yang bijaksana. Justru yang perlu dilakukan adalah introspeksi untuk melihat berbagai aspek positif dan negatif dalam penyelenggaraan pilpres dan pileg yang lalu," kata Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Jumat (7/6/2019).
Politikus PAN itu menilai, di masa sekarang, justru Prabowo-Sandi-lah yang kerap dikambinghitamkan. Hal itu, kata Saleh, bahkan semakin masif dilakukan pasca-Pilpres 2019. "Saya malah merasa bahwa ada pihak yang bicara tidak proporsional justru setelah hasil pilpres diketahui. Pihak-pihak itu bahkan menyalahkan Prabowo-Sandi. Ketika proses pencapresan malah tidak seperti sekarang ini," katanya.
"Pembicaraan seperti itu harus dipahami sebagai sesuatu yang lumrah saja. Tentu ada maksud dan tujuannya. Waktu nanti akan menunjukkan kepada kita apa yang akan terjadi," imbuh Saleh.
Baca: Kapolri Janji akan Publikasi Hasil Investigasi Kasus Kerusuhan 22 Mei
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sby-dan-megawati-soekarnoputri-1.jpg)