Breaking News
Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

MUI Imbau Ini Kepada Khatib Salat Id, Pada Idul Fitri 1440 Hijriah Besok

Para khatib yang bertugas pada salat Idul Fitri 1440 Hijriyah Rabu (5/6/2019) besok agar mendoakan kedamaian.

Editor:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tengah) bersama Perwakilan MUI KH Abdullah Jaidi (kanan), dan Ketua Komisi VII DPR RI Ali Taher (kiri) menyampaikan keputusan sidang Isbat 1440 Hijriah di Jakarta, Minggu (5/5/2019). Pemerintah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada hari Senin, 6 Mei 2019. 

TRIBUNMANADO.CO.ID-Para khatib yang bertugas pada salat Idul Fitri 1440 Hijriyah Rabu (5/6/2019) besok agar mendoakan kedamaian.

Demikian imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang disampaikan oleh Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com pada Selasa (4/6/2019).

"MUI mengharapkan para khatib Idul Fitri menyelipkan doa dalam khutbahnya, untuk kedamaian dan kemaslahatan bangsa, serta tetap terpeliharanya keamanan, kenyamanan, dan jauh dari rasa permusuhan yang bisa mengoyak kebersamaan kita sebagai bangsa," kata Niam.

Selain itu, MUI juga mengimbau agar para khotib mendoakan para pemimpin bangsa untuk terus diberi kekuatan untuk membangun bangsa serta para elitnya diberi kekuatan untuk membangun kebersamaan dan menahan diri dari perpecahan.

Baca: Profil Anak Mantan Kapolri yang Hentikan Fortuner Berplat Polisi Ugal-ugalan

Baca: Lucinta Luna Sebut Baby Khaira Anaknya, Malah Disebut Halu

Baca: Tak Lagi Tetanggaan, Gempi dan Rafathar akan Liburan Bareng di Australia

Niam mengatakan hakekat idul fitri adalah kesediaan kita untuk berbagi, berbagi permaafan sebelum orang memintanya.

Menurutnya, saling memaafkan adalah kunci untuk merajut tali silaturahmi dan hakekat silaturrahmi adalah menyambungkan tali persaudaraan yang pernah terputus.

"Terputus karena jarak, karena kesalahpahaman, karena pemilu, dan karena sebab apapun. Kita wajib menyambung kembali untuk mewujudkan persaudaraan sejati, tanpa iri dan caci maki," kata Niam

Selain itu MUI juga mengimbau agar umat Islam memperkokoh persaudaraan, baik persaudaraan sesama umat (ukhuwwah Islamiyah), persaudaraan sebangsa (ukhuwwah wathaniyyah) maupun persaudaraan sesama manusia (ukhuwwah Insaniyah).

"Tidak ada lagi sekat yang memisahkan, terutama faktor psikologis akibat sisa-sisa pemilu. Saatnya merajut kebersamaan untuk kemaslahatan bersama. Kerugian bangsa lain yang pecah akibat konflik harus dijadikan pelajaran berharga agar kita tidak jatuh pada kndisi yang sama," kata Niam.

MUI juga mengimbau agar mereka yang sedang liburan di tempat wisata dan sanak keluarga, tetap menjaga ketentuan agama, menjalankan kewajiban shalat dan lainnya serta menghindarkan diri dari hal yang dilarang.

"Selamat menyongsong idul fitri. Jangan lupa menunaikan kewajiban lain seperti zakat fitrah dan juga zakat mal," kata Niam.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah jatuh pada Rabu (5/6/2019).

Hari Raya Lebaran ditetapkan usai Kemenag menggelar sidang isbat yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Gedung Kemenag, Senin (3/6/2019).

Lukman mengatakan, dari sidang isbat diketahui hilal sudah terilihat. Sebanyak 12 petugas dari hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) yang dilakukan pada 105 titik lokasi di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Mereka adalah petugas yang telah disumpah terkait dengan kesaksian dan penglihatannya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved