Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NEWS

Bos Budak Seks ISIS Jadi Kunci Perburuan Baghdadi, Terungkap Soal Perang Istri Bagi Petinggi ISIS

Umm Sayyaf menjadi kunci perburuan otoritas terhadap pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Abu Bakar Al-Baghdadi.

Editor: Indry Panigoro
tribun bali
ISIS 

BERITA POPULER:

Baca: Angelina Sondakh Nikah Siri Dengan Brotoseno di Penjara, Sang Putri Unggah Fotonya

Baca: Idul Fitri di Depan Mata, Ini Jawaban Dari Ucapan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum

Status itu membuat Umm Sayyaf mengaku mempunyai akses untuk dengan bertemu Baghdadi.

Dia mengaku pernah hadir ketika Baghdadi merekam audio propaganda di rumah mereka.

Baghdadi, kata Sayyaf, sering merekamnya di ruang tamu di rumah mereka di Taji.

"Suami saya saat itu merupakan kepala media ISIS. Jadi Baghdadi sering mengunjungi kami," kata perempuan 29 tahun yang disebut sebagai pengelola jaringan budak seks ISIS.

Ketika pertama kali ditangkap dalam penyerbuan 2015, perempuan yang dijatuhi hukuman mati di Erbil, Irak itu menolak buka mulut, dan baru melakukannya pada awal 2016.

Pejabat intelijen Kurdi mengatakan, keterangan Umm Sayyaf memberikan mereka gambaran utuh mengenai struktur keluarga Baghdadi dan orang-orang yang penting baginya.

"Dia mengidentifikasi banyak orang dan tanggung jawab mereka. Kami memahami tentang perang istri bagi petinggi ISIS, dan itu sangat berguna bagi kami," katanya.

Meski kolaborator yang baik, status hukuman matinya tak akan berubah.

Apalagi dia dianggap bertanggung jawab atas kematian tawanan AS Kayla Mueller.

Pengacara HAM Amal Clooney meminta Umm Sayyaf dipindahkan ke AS untuk menghadapi tuntutan kejahatan Umm Sayyaf terhadap Mueller dan perempuan minoritas Yazidi.

Kepada Dewan Keamanan PBB April lalu, istri aktor George Clooney itu menuturkan perempuan Yazidi mengalami kekerasan seksual dengan diperkosa anggota ISIS.

Amal mengungkapkan Umm Sayyaf tidak menunjukkan solidaritas kepada korban.

Umm Sayyaf disebut mengunci korban di kamar dan membiarkan penganiayaan terhadap mereka.

"Dia memberikan makeup kepada para korban sebelum 'mempersiapkan' mereka untuk diperkosa. Karena itu, saya meminta dia dipindahkan ke AS untuk menghadapi kejahatannya," tegas Amal.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved