Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lebaran

9 Sunnah Nabi Muhammad SAW Sebelum Salat Idul Fitri

Nah selain amalan tersebut, rupanya masih banyak amalan-amalan yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW, berikut ulasannya.

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
FOTOGRAFER TRIBUN MANADO/ANDREAS GERALD RUAUW
salat id manado 1 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Umat muslim akan merayakan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H pada  5 Juni 2019 besok

Perayaan hari kemenangan ini akan dilakukan setelah sebulan mengikuti puasa di Ramadan

Momen Hari Raya Idul Fitri tidak lengkap jika bersalam-salaman dan saling mengucapkan selamat sebagai permohonan maaf lahir batin.

Satu hal yang harus dilaksanakan saat datang hari raya Idul Fitri ialah melaksanakan salat Idul Fitri.

Nah selain amalan tersebut, rupanya masih banyak amalan-amalan yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW, berikut ulasannya.

1. Bangun pagi

Disunnahkan bangun pagi-pagi sekali karena agar kita lebih mempersiapkan segala suatu untuk berbagai keperluan hari raya, seperti mempersiapkan keperluan untuk salat Idul Fitri agar datang lebih cepat dan tepat waktunya.

2. Mandi Pagi

Mandi Pagi disini adalah mandi sebelum berangkat untuk melaksanakan shalat Idul Fitri.

“Dari Malik dari Nafi’, ia berkata bahwa Abdullah bin Umar dahulu mandi pada hari Idul Fitri sebelum pergi ke mushalla (lapangan).” (HR. Malik)

Baca: Pelaku Bom Bunuh Diri Solo Hobi Tonton Video Perang Suriah & Penggal Kepala

Baca: VIDEO Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Tubuhnya Masih Bergerak

Baca: Densus 88 Gerebek Rumah Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Solo, Pelaku Berinisial RA

Baca: Komentari Soal Lelaki Dalam Hidup Luna Maya, Raffi Ahmad : Cowok Biasa Aja Takut Dengar Namanya

Baca: Angelina Sondakh Nikah Siri Dengan Brotoseno di Penjara, Sang Putri Unggah Fotonya

Baca: Seorang Wanita Habisi Ayah Kandung Karena Tak Terima Dibangunkan untuk Salat Ashar

Dalam atsar lain dari Zadzan, seseorang bertanya kepada ‘Ali radhiallahu ‘anhu tentang mandi, maka ‘Ali berkata:

“Mandilah setiap hari jika kamu mau.” Ia menjawab: “Tidak, mandi yang itu benar-benar mandi.” Ali radhiallahu ‘anhu berkata: “Hari Jum’at, hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Idul Fitri.” (HR. Al-Baihaqi, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa`, 1-176-177))

3. Memakai pakaian yang terbaik

Ada riwayat dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

كَانَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جُبَّةٌ يَلْبَسُهَا لِلْعِيْدَيْنِ وَيَوْمِ الجُمُعَةِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk Idul Fithri dan Idul Adha, juga untuk digunakan pada hari Jum’at.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahihnya, 1765)

4. Makan sebelum Shalat Idul Fitri

Dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fithri dan sebelumnya beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.” (HR. Ahmad).

5. Bertakbir dimulai dari rumah menuju tempat shalat Idul Fitri

Bertakbir yang dimulai dari rumah hingga menuju ke tempat shalat Idul Fitri ini sering diabaikan oleh umat muslim.

Mereka hanya berjalan dari rumah menuju ke tempat yang dituju untuk melaksanakan shalat Idul Fitri dengan bercanda dan tanpa bertakbir.

Padahal Allah telah memerintahkan kepada kita untuk memperbanyak takbir apabila puasa Ramadhan kita telah sempurna.

Seperti firman Allah berikut:

"Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadanya, supaya kamu bersyukur." (QS. Al Baqarah: 185).

Dan begitu juga dengan nabi kita Muhammad SAW yang jika keluar rumah hendak shalat pada hari raya Idul Fitri, Beliau selalu bertakbir hingga sampai ke tempat untuk melaksanakan shalat Idul Fitri.

6. Mendengarkan Khutbah

Jamaah Id dipersilahkan memilih duduk mendengarkan atau tidak, berdasarkan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ السَّائِبِ قَالَ: شَهِدْتُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِيْدَ فَلَمَّا قَضَى الصَّلاَةَ قَالَ: إِنَّا نَخْطُبُ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَجْلِسَ لِلْخُطْبَةِ فَلْيَجْلِسْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَذْهَبَ فَلْيَذْهَبْ

Dari ‘Abdullah bin Saib ia berkata: Aku menyaksikan bersama Rasulullah Shalat Id, maka ketika beliau selesai shalat, beliau berkata: “Kami berkhutbah, barangsiapa yang ingin duduk untuk mendengarkan khutbah duduklah dan barangsiapa yang ingin pergi maka silahkan.” (Shahih, HR. Abu Dawud dan An-Nasa`i. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud, no. 1155)

7. Saling Mengucapkan Selamat (At-tahniah)

Ucapannya “taqabbalallahu minna wa minkum” (semoga Allah menerima amalan kami dan kalian).

Ucapan seperti itu sudah dikenal di masa salaf dahulu.

فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك
Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha), satu sama lain saling mengucapkan, “Taqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).” (Fath Al-Bari, 2: 446)

8. Melewati jalan pergi dan pulang yang berbeda

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

عَنْ جَابِرٍ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di hari ied (ingin pergi ke tempat shalat, pen.), beliau membedakan jalan antara pergi dan pulang. (HR. Bukhari, no. 986).

9. Mengucapkan Tahni’ah “Taqobbalallohu minna wa minkum”

Ibnu Hajar mengatakan: “Kami meriwayatkan dalam Al-Muhamiliyyat dengan sanad yang hasan dari Jubair bin Nufair bahwa ia berkata: ‘Para shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bertemu di hari Id, sebagian mereka mengatakan kepada sebagian yang lain:

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكَ

“Semoga Allah menerima (amal) dari kami dan dari kamu.” (Lihat pula masalah ini dalam Ahkamul ‘Idain karya Ali Hasan hal. 61, Majmu’ Fatawa, 24/253, Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/167-168)

KLIK TAUTAN AWAL SRIWIJAYAPOS

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved