Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NEWS

Tak Terima Dibangunkan Salat Ashar, Wanita Ini Bunuh Ayahnya

Seorang anak membunuh ayahnya. Pembunuhan sedarah itu dilakukan oleh seorang wanita terhadap papanya.

Editor: Indry Panigoro

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang anak membunuh ayahnya.

Pembunuhan sedarah itu dilakukan oleh seorang wanita terhadap papanya.

Wanita itu tega menusuk sang ayah hingga tewas.

Motifnya sepele.

Hanya karena kesal dibangunkan untuk salat ashar.

Hal tersebut disampaikan oleh akun Facebook Kanak Sasak pada Minggu (2/6/2019).

Insiden tersebut terjadi di Karang Baru Selatan, Kelurahan Karang Baru, Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (1/6/2019) sekitar pukul 16.00 Wita.

Dikutip dari Kompas.com, Hilda Nurafriani (30) yang merupakan seorang perawat diduga menusuk ayahnya yang bernama Muh Nurahmad (64) hingga tewas.

Baca: Pria 53 Tahun dan Bocah 5 Tahun Dibunuh Pasangan Sesama Jenis, Anak Itu Dihajar Pakai Benda Ini

Baca: Dua Pria Jual Pacar Mereka Rp 24 Juta, Orangtua Kaget Saat Tahu Anaknya Sudah di Negara Ini

Baca: Siswa SMA Curi Pakaian Dalam Wanita, Terungkap Motifnya

Kabid Humas Polda NTB AKBP H Purnama mengatakan awalnya korban membangunkan pelaku untuk salat ashar tetapi dia tidak terima.

Pelaku kemudian mengambil pisau dapur dan langsung menusuk korban di beberapa bagian di tubuhnya hingga sebabkan korban terluka parah.

"Pukul 16.00 korban membangunkan pelaku untuk shalat Ashar tapi pelaku tidak menerima. Akhirnya pelaku mengambil pisau dapur langsung menusuk korban di dada, pinggang dan mata yang mengakibatkan korban terluka parah," kata Purnama, Minggu (2/6/2019).

Muh Nurahmad sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Tetapi nyawa korban tidak dapat diselamatkan meskipun sudah mendapat pertolongan dari petugas medis dan meninggal dunia pada Sabtu (1/6/2019) pukul 19.00 Wita.

Akibat perbuatannya, pelaku kini telah ditangkap dan ditahan di Polres Mataram.

"Pelaku sudah diamankan di Polres Mataram," tutup Purnama.

Simak video di atas! (Tribun-Video.com/April)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tak Terima Dibangunkan Shalat, Perawat Ini Tega Bunuh Ayah Kandungnya"

Pria 53 Tahun dan Bocah 5 Tahun Dibunuh Pasangan Sesama Jenis, Anak Itu Dihajar Pakai Benda Ini

Di lain tempat, dua orang pria ditemukan tewas.

Dua pria ditemukan tak bernyawa dengan kondisi bersimbah darah.

Tubuh keduanya ditemukan di rumahnya

Dikutip dari Tribun Lampung, Bustori (53) dan anak angkatnya, Tegar (5), ditemukan tewas menggenaskan di rumahnya di Desa Cimanuk, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Lampung pada Kamis (22/5/2019).

Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan pelaku pembunuhan merupakan pasangan sesama jenis Bustori yang bernama Andi Nofiandi (35) yang juga tetangganya.

Awalnya, pelaku sering mengunjungi rumah korban sehingga saat kejadian bisa masuk dengan leluas tanpa merusak pintu pada Rabu (29/5/2019) sekira pukul 23.30 WIB.

Baca: Dua Pria Jual Pacar Mereka Rp 24 Juta, Orangtua Kaget Saat Tahu Anaknya Sudah di Negara Ini

Baca: Siswa SMA Curi Pakaian Dalam Wanita, Terungkap Motifnya

Baca: Lamaran Ditolak, Penculik Bertindak, Ayah Mantan Pacar Jadi Korban, Terungkap Fakta Lain

Andi Nofiandi menghabisi Bustori dengan memukul korban dengan linggis yang dipinjam dari tetangganya dari belakang.

Diduga pelaku memukul korban berulang kali hingga menyebabkan korban tewas dan dipindahkan ke tempat tidur.

Saat memindahkan korban, Tegar terbangun dan pelaku pun memukul linggis ke arah leher Tegar karena takut aksi kejinya terbongkar.

Pelaku kemudian mengunci pintu rumah korban dan membuang kuncinya sebelum kabur.

Popon mengatakan pelaku dan korban yang terlibat asmara sakit hati karena Bustori karena sakit hati tidak meminjami uang senilai Rp18 juta.

Setiap bertemu dengan Bustori, Andi meminjam uang, pertama Rp4 juta dan kedua Rp15 juta.

Belum sempat mengembalikan uang, Andi berencana meminjam lagi uang sebesar Rp18 juta.

Pelaku berusaha berontak saat ditangkap petugas Polres Pesawaran sehingga mengakibatkan borgol dari plastik tis lepas.

"Petugas memberikan tembakkan peringatan tidak diindahkan, kemudian memberikan tindakkan tegas terukur," ujarnya.

Andi kemudian dibawa RSUD Pesawaran untuk mendapat penanganan medis tetapi dia tewas karena kehabisan darah pada Jumat (1/6/2019) pukul 12.00 WIB.

"Pukul 12.00 siang dibawa ke RS Bayangkara dilakukan penanganan di sana, habis solat Jumat pelaku menghembuskan nafas akibat kehabisan darah," ungkapnya.

Simak video di atas! (Tribun-Video.com/April)

Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul VIDEO Sakit Hati Tak Dipinjami Uang 18 Juta, Bapak dan Anak Dibunuh Tetangganya Pakai Linggis

Tonton dan subscribe:

Follow Instagram Tribun Manado:

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved