Ujaran Kebencian
VIRAL MEDSOS: Penyebab Teks Display SPBU Sebarkan Ujaran Kebencian pada Jokowi-Megawati, Ada 7 Saksi
Periksa 7 Saksi, Pihak Polisi ungkap Penyebab atas kejadian yang menghebohkan ini.
Penulis: Reporter Online | Editor: Frandi Piring
Untuk antisipasi secara menyeluruh, pada Jumat (24/5/2019) pagi, Pertamina sudah menurunkan Tim IT Security untuk memeriksa di lokasi.
Kemudian Tim IT Security sudah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan display LED di Totem.
"Untuk sementara ini dalam meningkatkan keamanan, Totem-Totem yang ada di SPBU seputaran Kota Medan yang memiliki Totem itu semua dinonaktifkan. Paralel kami tingkatkan Security terhadap sistemnya, untuk mencegah kejadian serupa tidak terulang," pungkas Roby.
Kasus ini mendapat perhatian dari manajemen pusat Pertamina.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman menjelaskan terkait kejadian peretasan diketahui pada Kamis (23/5/2019) pukul 22.00 WIB.
"Pihak SPBU bertindak cepat dan segera menonaktifkan display totem," ujar dia ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (25/5/2019).
Dia mengatakan, pihak SPBU langsung merubah sistem yang mengendalikan display totem.
Pertamina pun menginformasikan insiden ini kepada SPBU-SPBU lain untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
"Pantauan pagi ini, totem sudah non aktif dan tidak menampakkan display.
Pertamina masih berkoordinasi internal untuk menentukan langkah lebih lanjut," ujar Fajriyah.
7 Saksi Diperiksa Polisi
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Jerico Lavian Chandra mengatakan, pihaknya telah memeriksa beberapa orang dan menyita barang bukti.
''Sudah ada yang kami periksa sekitar tujuh orang. Pegawai SPBU termasuk manager kami periksa semua dan di dalami masing-masing," kata AKP Jerico via telepon seluler, Sabtu (25/5/2019).
Terkait adanya dugaan sabotase, Jerico menuturkan bahwa semua kemungkinan bisa saja terjadi.
Karena saat ini semuanya dalam kasus ini sedang didalami.