Rekonstruksi Pembunuhan
Bisikan Terakhir Calon Pendeta Melinda Zidemi kepada Pembunuhnya
Polisi menggelar rekostruksi kasus pembunuhan calon pendeta, Melindawati Zidomi
TRIBUNMANADO.CO.ID - Polisi menggelar reka ulang kasus pembunuhan calon pendeta Melindawati Zidomi (Melinda Zidemi).
Rekonstruksi tersebut melibatkan dua tersangka pembunuhan pendeta Melinda Zidemi.
Terungkap dalam reka ulang tersebut pendeta Melinda Zidemi sempat membisikkan permohonan walau tetap dibunuh oleh tersangka.
Pembunuhan di areal perkebunan PT Sungai Mas Persada melibatkan dua tersangka yakni Hendri (18) dan Nang (20).
Mereka memeragakan bagaimana cara membunuh calon pendeta, Melindawati Zidomi (24).
Sebab para tersangka pembunuh Melinda ini kesulitan berjalan karena kaki mereka ditembak saat ditangkap beberapa waktu lalu.
Baca: HEBOH Viral Video Perang Geng Motor vs Ojek Online, Laksana Tak Terhindarkan, Senjata Api Ikut Serta
Baca: Rekapitulasi Nasional KPU, Pilpres 2019 Jokowi-Maruf 55,50 Persen, Prabowo-Sandi 44,50 Persen
Baca: Alasan Orang Terkaya Jack Ma Minta Karyawan Berhubungan Intim 669, 6 Kali dalam 6 Hari
Follow juga akun instagram tribunmanado
Baca: Wanitanya ABG, Sepasang Kekasih Sedang Hubungan Intim Disiarkan Live Facebook, Ini Kronologinya
Baca: VIRAL Wanita Nama Angel Diduga Jual Diri Rp 1 Juta, Pemesan Curhat di Facebook: Sekalian Buka Baju
Baca: KABAR Prabowo Ditetapkan Tersangka Kasus Makar, Ini Tanggapan Pihak Gerindra
Dalam rekonstruksi calon pendeta Melindawati Zidomi (Melinda Zidemi) tersebut, diperagakan 17 adegan yang diperankan langsung oleh kedua tersangka.
Korban dicegat oleh kedua tersangka menggunakan bayok kayu, sehingga korban yang mengendarai motor dengan anak didiknya NP terpaksa berhenti.
Saat itulah Nang mengancam kedua korban menggunakan senjata tajam jenis pisau dan mencekik serta menyeret korban masuk ke hutan.
Di sinilah, NP diikat sedangkan korban Melinda juga diikat dan hendak diperkosa.
Tersangka yang sudah sakit hati dan hendak memperkosanya akhirnya mengurungkan niat setelah tahu korban tengah menstruasi.
Di sinilah korban akhirnya menyingkap penutup muka Nang sehingga wajahnya terlihat.
Saat itulah korban sempat membisikkan kata terakhir kepada tersangka, meminta agar dirinya tak dibunuh.
"Tolong jangan bunuh aku," ujar korban ditirukan oleh Nang.
Panik wajahnya terlihat, kedua tersangka akhirnya mencekik korban hingga tewas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/melinda-zidemi-5566677.jpg)