Ujian Nasional
Nilai UN SMA/SMK Sulut di Deretan Terbawah Nasional, Ini Kata Gubernur dan Kadis Pendidikan
Hasil Ujian Nasional SMA/SMK, Sulawesi Utara berada di deretan terbawah nasional.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
Ia mengatakan, percepatan pelaksanaan bukan hasil.
"Apa yang dikerjakan sekarang hasilnya akan kelihatan 4 atau 5 tahun ke depan," kata dia.
Ia kemudian perbaikan semisal rekrutmen guru. Sekarang sistem rerkutmen guru sudah tepat dengan seleksi tidak asal-asal lagi.
Guru naik pangkat ataupun urus berkala, tidak perlu lagi ke Dikda dan meninggalkan ruang kelas.
Ditambah lagi peningkatan sarana dan prasarana, semisal dibuatnya asrama siswa, SMK ada program revitalisasi dan sebagainya.
Baca: Viral, Lawan Kebijakan Tidak Adil Kepala Sekolah, Siswa Berprestasi Ini Dinyatakan Lulus
Baca: Robert Pattinson Calon Kuat Pemeran Batman, Petisi Penolakan Bermunculan
Baca: Hasil Liga Italia - Inter Milan Tundukkan 10 Pemain Chievo Verona
"Semua aspek guru murid orangtua harus dilihat. Siswa belajar di sekolah berapa jam, etos kerja guru hak dan kewajiban guru harus seimbang," ujar dia.
Selain itu, ia menilai Dikda perlu tim yang solid. "Saat ini belum maksimal," kata dia.
UNBK di Sulut mulai tahun 2017, hanya diikuti 20 persen sekolah.
UNBK 2018 diikuti 94 persen sekolah, kemudian UNBK 2019 diikuti 100 persen.
"Sebelum 2017 ujian nasional pakai kertas dan pensil," kata dia.
Grace menegaskan UN bukan segala-galanya tapi integritas dan kejujuran semakin baik
"Karena dengan UNBK siswa tidak bisa saling tanya, karena berbeda soal walau duduk berdekatan," ujar dia.
Ke depan hasil di raih akan lebih baik lagi. (ryo)
Baca: Viral Video, Siswi SMA Berkelahi Dalam Kelas, Saling Pukul hingga Sulit Dilerai, Nitizen: Brutal
Baca: Ini Jadwal dan Lokasi Penukaran Uang Baru, Ada di 2.941 Titik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/unbk_20180409_183851.jpg)