Pelemparan Batu

Lempar Rumah Dengan Batu Pemuda Ini Ditangkap Polisi

Polisi menangkap pria yang diduga membuat keonaran pelemparan batu ke rumah warga di Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara.

Lempar Rumah Dengan Batu Pemuda Ini Ditangkap Polisi
ISTIMEWA
Pria berinisial GD ditangkap polisi karena membuat keonaran 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polisi menangkap pria yang diduga membuat keonaran di Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara.

Laki-laki berinisial GD (21) ditangkap karena diduga melakukan perkara keributan dan pelemparan rumah di Lingkungan Dua Kelurahan Matani Satu Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon Provinsi Sulut.

GD bersama beberapa rekannya membuat keributan dengan berteriak dan melempar rumah dengan batu.

Jumat (17/5/2019), Piket Kepolisian Sektor (Polsek) Tomohon Tengah Polres Tomohon, mendatangi tempat kejadian dan menangkap GD.

Baca: Siswi SMP Disetubuhi Pria yang Baru Dikenal di Facebook, Menghilang Selama 2 Hari

Baca: Fakta - Kasus PNS Kantor Camat yang Selingkuhi Kakak Iparnya, Istri Sudah Tidak diberi Nafkah

Baca: Ternyata Ini Sosok Mantan Istri Irwan Mussry, Disebut Tajir Sejak Lahir

Informasi tersebut diterima Polsek Tomohon berdasarkan laporan melalui telepon dari warga pemilik rumah yakni Lefrant.

Piket Polsek Tomohon tengah dipimpin Perwira Pengawas Ipda Simon Wendersteyt dengan cepat menuju tempat kejadian keributan dan pelemparan rumah tersebut.

Ipda Simon GD (21) merupakan Warga Kelurahan Lahendong Kecamatan Tomohon Selatan.

Tiga orang rekan dari GD melarikan diri.

"Saat itu juga seorang terduga berinisial GD langsung diamankan ke markas polsek. Sementara tiga rekan terduga dalam pengejaran tim polsek. Kita sudah 'mengantongi' identitas mereka," ujar Ipda Simon.

Dari hasil pemeriksaan kronologi kejadian pun diketahui. Semua berawal saat GD datang ke tempat kejadian. GD datang mengecek adik kandungnya yakni perempuan yang bekerja sebagai karyawan sales regulator gas elpiji pada keluarga tersebut.

"Pemilik rumah tidak mengizinkan membuka pintu karena melihat empat orang pemuda yang sudah mabuk. Mereka juga tidak selayaknya datang pada waktu sudah hampir pagi. Tetapi empat terduga pelaku melompat pagar depan rumah dan membuat keributan. Berteriak dan melempar rumah dengan batu yang ada di sekitar halaman rumah," ujar Ipda Simon.

Kapolsek Tomohon Tengah Kompol Djemmy Lalujan membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa sampai tadi pagi piket reskrim masih mengambil keterangan dari GD.

Lefrant pemilik rumah di lokasi kejadian mengatakan keluarga merasa terganggu karena saat itu sudah tengah malam dan karyawan sudah beristirahat kemudian terdengar keributan dari luar rumah.

"Apresiasi yang tinggi kepada pihak polisi yang cepat tiba di rumah kami," Lefrant. (DMA)

Penulis: David_Manewus
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved