Breaking News
Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Luar Negeri

Salah Ucap Saat Puasa, Bisa Penjara Tujuh Tahun

Mengucapkan kalimat tertentu saat berpuasa bisa dianggap ancaman di UEA. Sanksinya pidana hingga tujuh tahun penjara.

Editor:

Mengucapkan kalimat tertentu saat berpuasa bisa dianggap ancaman di UEA. Sanksinya pidana hingga tujuh tahun penjara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Uni Emirat Arab (UEA) dikenal sebagai negara di jazirah Arab yang memberlakukan hukum yang tegas dan keras.

Sebagai salah satu negara Teluk dengan mayoritas penduduknya beragama Islam, akan jamak ditemui warga UEA yang berpuasa selama bulan Ramadan.

Seorang pengacara Emirat memperingatkan kepada warga setempat maupun turis untuk lebih berhati-hati dalam berucap selama Ramadan di negara ini.

Hal itu lantaran ada satu kalimat ungkapan yang barang kali akan dianggap biasa di negara lain.

Namun di UEA bisa berakibat pada hukuman penjara hingga tujuh tahun.

Dilansir The New Arab, yang mengutip dari surat kabar lokal Emarat al-Youm, memberi contoh kalimat yang berbahaya itu.

Di antaranya, "Jangan membuat saya batal puasa karena Anda".

Mengucapkan kalimat itu bisa berujung pada tuntutan karena dapat dianggap sebagai bentuk ancaman kriminal.

Baca: Sang Ayah Siswi yang Tewas Ditabrak Heran Lihat Ambulans Bolak-balik, Edi Terisak Lihat Jasad Irene

Baca: Usai Pelajar Rayakan Kelulusan, Siswi SMK Dibonceng Pacar Tewas Tertabrak Tengah Malam

Baca: Heboh, Muda-Mudi Ini Buka Baju di Tempat Umum saat Bangunkan Sahur, Masyarakat Geram

Baca: TRAGIS! Suami Dibunuh Istri & Selingkuhannya Lantaran Hamili Perempuan Lain

"Bagi sebagian orang, perubahan rutinitas sehari-hari saat berpuasa dapat membuat mereka lebih keras saat berhadapan dengan orang lain," kata Youssef al-Sharif, seorang pengacara Emirat.

"Sebagian orang akan berdebat dengan menggunakan bahasa yang lebih provokatif.

"Banyak yang kemudian mengatakan 'Jangan membuat saya batal puasa karena Anda' tanpa mengetahui konsekuensi hukum yang mungkin," tambahnya.

Kalimat yang terdengar biasa itu dapat diartikan sebagai gurauan, namun bisa juga dianggap sebagai peringatan selama bulan Ramadan.

Selama bulan suci ini umat Muslim akan diwajibkan mengendalikan hawa nafsunya, tidak hanya atas makan dan minum, namun juga dalam emosi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved