Oma Mona, Sekolahkan Anak dan Cucunya Hingga Sarjana, Sosok Pekerja keras

Sosok Yohana Sumampouw atau yang akrab dipanggil Oma Mona berhasil menyekolahkan anak dan cucunya hingga beberapa di antaranya mendapat gelar sarjana.

Oma Mona, Sekolahkan Anak dan Cucunya Hingga Sarjana, Sosok Pekerja keras
Istimewa
Almarhumah Yohana Sumampouw atau yang akrab dipanggil Oma Mona 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Sosok Yohana Sumampouw atau yang akrab dipanggil Oma Mona berhasil menyekolahkan anak dan cucunya hingga beberapa di antaranya mendapat gelar sarjana.

dikenal sebagai pekerja keras, suka bergaul dan murah senyum.

Oma Mona meninggal dunia dengan tutup usia 78 hari 11 bulan 28 hari. pada Minggu (12/5/2019), sekira pukul 13.10 Wita.

Oma Mona memiliki 8 orang anak dan 15 orang cucu serta 10 orang cece.

Deasy Mondota Amd Kep salah satu cucu dari almarhumah menilai sosok omanya itu adalah pekerja keras dan tak pernah mengeluh.

"Oma sosok yang pekerja keras dan bertanggungjawab, kami banyak belajar dari sosok oma, hingga saya selesai kuliah, oma yang memperhatikan dan peduli juga," kata Deasy.

Baca: Siswa SMA Peraih Nilai 100 di Semua Mata Pelajaran Ujian Nasional 2019, Terungkap Siapa Orangtuanya

Baca: Firasat Sang Ibu: Irene Soenarno Banyak Menciumnya, Siswi Tewas Ditabrak Saat Rayakan Kelulusan

Baca: Pergoki Istri Berhubungan Intim dengan Teman di Kamar Mandi, Suami Mengamuk saat Dengar Ungkapan Ini

Kesedihan juga dirasakan oleh sang cucu Tety Mondota STH, selama ini dikatakannya, oma adalah oma, orang tua, mama dan sahabatnya.

"Oma tahu isi hati saya, saya dekat dengan oma dan sering curhat pada oma," kata Tety yang sukses gelar Sarjana Teologi berkat dukungan dari sang oma.‎

Begitu juga sang anak Like Sumampouw sangat terpukul atas kepergian sang mama tercinta.

"Selamat jalan mama sayang, Tuhan sumber penghiburan dan dibalik kejadian ini, ada makna dan lawatan Tuhan," kata anak pertama dari oma Mona.‎

Di Desa Kapitu, Oma Mona dikenal sebagai warga yang peduli di Desa setempat, sebagai tokoh Masyarakat, tokoh Agama.

Ia menyekolahkan anak-anak dan cucu dari hasil jualan keliling makanan maupun aneka kue, dan bersama suami almarhum Yan Mondota sebagai petani sukses memiliki segudang tanah dan lahan pertanian di Desa Kapitu.

Meskipun jauh berjalan kaki sembari menenteng barang jalannya, ia tak pernah lelah dan mengeluh saat berjualan.‎
Ibadah Pemakaman, Selasa (14/5/2019), dipimpin ketua BPMJ GMIM Kalvari Kapitu, Pdt Junisar Watulangkow. (fer)‎

Baca: VIRAL Rayakan Kelulusan, Irene Soenarno Siswi SMK Tewas Ditabrak Motor, Kondisi Pacarnya Sekarat!

Baca: Tak Suka Pamer Harta, Luna Maya Ternyata Punya Vila Mewah di Bali, Intip Yuk!

Baca: UPDATE Siswi SMK Tewas Ditabrak di Hari Kelulusannya, Polisi: Pacar Korban Tak Punya SIM dan STNK

Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved