Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pembunuhan

Pesan Terakhir Kasir Indomaret Sebelum Tewas Dimutilasi Oknum TNI: Aku Kangen dengar Kamu Ngaji

Vera Oktaria diketahui merupakan kasir di Indomaret. Sementara itu, beredar isi pesan direct message (DM) Vera Oktaria kepada salah satu sahabatnya.

Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
kolasetribunsumsel
Sosok Deri Pramana, Mantan Pacar Vera Oktaria. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penemuan mayat wanita di kamar penginapan membuat warga sekitar dan publik geger.

Mayat wanita yang belakangan diketahui bernama Vera Oktaria (20) itu ditemukan dalam kondisi termutilasi.

Ia ditemukan di dalam kamar Penginapan Sahabat Mulia.

Vera Oktaria diketahui merupakan kasir di Indomaret.

Ia menurut keterangan rekan-rekannya, dia baru bekerja selama 1 Minggu sebelum akhirnya ditemukan tewas dengan kondisi tangan terpisah dari anggota tubuh lainya.

Menurut keterangan pengelola penginapan, Ia datang dengan dua pria dan memesan satu kamar.

Pemesan kamar di penginapan itu bernama Doni.

Namun belakangan, siapa sosok pembunuh kasir Indomaret itu ramai dibahas netizen.

Meski masih dilidik, diduga kasir ia dibunuh DP oknum anggota TNI.

DP diketahui adalah mantan pacar Vera Oktaria.

DP berpangkat prajurit dua, baru saja dilantik menjadi anggota TNI.

Namun dugaan kuat sementara pelaku Pembunuhan kejam ini ialah kekasih dari korban.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi.

"Sementara dugaan awal kekasihnya dari informasi yang didapat dia masuk bersama seorang laki-laki dugaan kuat pacarnya di penginapan tersebut. Tapi kita masih selidiki dan cari betul infomasi yang akurat," katanya Sabtu (11/5/2019).

Dia menjelaskan, saat ini Jatanras Polda Sumsel sudah saling berkoordinasi dengan Polres Musi Banyuasin (Muba) untuk melakukan penyelidikan.

Baca: Oknum TNI Diduga Mutilasi Kasir Indomaret di Penginapan, Terungkap Ada 2 Pria Sewa Kamar yang Sama!

Baca: Oknum TNI Diduga Mutilasi Kasir Indomaret, Ibu Korban Ungkap Sosok Pria yang Temperamental

Baca: Vera Oktaria Kasir Indomaret Diduga Dimutilasi Oknum TNI

Dalam pemeritaan sebelumnya disebutkan, jika di penginapan itu, mayat yang ditemukan dalam kondisi termutilasi di Jalan PT Hindoli RT 05 RW 03 Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Muba itu memesan kamar dengan 2 pria.

Satu diantara 2 pria diduga adalah seorang anggota TNI.

Sedangkan pria yang lain belum diketahui.

"Kita juga memperoleh data- data info dari Polres Muba. Kita juga sudah koordinasi terkait data yang didapat dari hotel tempat mereka menginap. Selanjutnya kita sudah menurukan jatarnas polda dan bekerja sama dengan Polres Muba untuk melakukan penyelidikan," ungkapnya.

Oknum TNI Diduga Mutilasi Kasir Indomaret di Penginapan, Terungkap Ada 2 Pria Sewa Kamar yang Sama!
Oknum TNI Diduga Mutilasi Kasir Indomaret di Penginapan, Terungkap Ada 2 Pria Sewa Kamar yang Sama! (kolasetribunmanado.co,id/Tribunnews)

Sebelum kasir Indomaret ini ditemukan tewas, warganet heboh dengan tersebarnya pesan DM Instagram korban kepada salah seorang sahabat.

Pada pesan terakhirnya itu, Vera Oktaria mengaku tengah dilanda kerinduan.

Tribunmanado.co.id mengutip dari Tribunnews.com, Sabtu (11/5/2019), Vera Oktaria ditemukan dalam kondisi dimutilasi di kamar Penginapan Sahabat Mulia di Jalan PT Hindoli RT 05 RW 03 Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Muba.

Teman korban, Arina, yang merupakan kepala toko minimarket menceritakan, korban Vera Oktaria baru satu minggu bekerja di minimarket.

Arina juga menjelaskan bahwa ibu korban juga sempat datang malam hari menanyakan keberadaan Vera, sampai esok harinya pun ia tidak masuk lagi.

"Kami tidak menyangka bahwa korban mutilasi itu Vera, kami sendiri dapat info dari media sosial dan pesan WhatApp brantai," ujar Arina.

Sebelumnya, penemuan mayat Vera tersebut berawal dari kecurigaan seorang pengurus penginapan yakni Nurdin bin Arsan.

Pada Kamis (9/5/2019) sekitar pukul 13.00 WIB, Arsan sedang membersihkan penginapan.

Saat itu ia sesekali mencium aroma bau menyengat yang sumbernya dari kamar 06.

Merasa curiga, Nurdin lantas mengetuk pintu kamar dan mencoba untuk membuka pintu tersebut namun tidak ada respon dari penghuni kamar.

Karena khawatir terjadi sesuatu, Nurdin langsung menghubungi orang tuanya untuk menanyakan keberadaan tamu tersebut uan tidak kembali setelah membawa kunci kamar itu.

"Saya curiga waktu saya bersihkan lantai mencium bau busuk, nah baru besoknya (Jumat) bau busuk itu semakin kuat langsung saya hubungi Polsek Sungai Lilin."

"Setelah pihak polsek Sungai lilin datang, kamar tersebut baru di buka. Ditemukan sesosok wanita di atas ranjang dalam keadaan tanpa busana dengan kondisi tangan terpotong jenazah membengkak ditutupi dengan selimut," ujar Nurdin.

Lebih lanjut, tamu yang memesan kamar 06 tersebut terdata di buku tamu tanpa dilengkapi KTP atas nama Doni yang beralamatkan Karang Agung.

 "Tamu itu datang ke penginapan 2 orang laki-laki dan perempuan tanpa identitas datang ke penginapa pada Selasa (7/5/19) sekitar pukul 22.00 WIB, mereka membawa 1 koper warna hitam,"ungkapnya.

Pada hari Rabu (9/5/2019), tamu laki-laki penghuni kamar 06 sempat terlihat pada pagi dan sore hari.

"Setelah terlihat beberapa kali tersebut laki-laki penginap itu tidak kelihatan lagi pada Kamis,"jelasnya.

Dikutip dari Tribun Sumsel, jenazah Vera Oktaria telah dimakamkan di TPU Naga Swidak, Palembang, Sabtu (11/5/2019).

Sementara itu pelaku masih dalam tahap penyelidikan.

Sementara itu, beredar isi pesan direct message (DM) Vera Oktaria kepada salah satu sahabatnya.

Salah satu akun Facebook bernama Vivi Halida mengaku rekan korban Vera Oktaria.

BACA BERITA POPULER:

Baca: Wanita 20 Tahun Diperkosa 5 Pria di Depan Suaminya, Suami Gambarkan Apa yang Disebut 3 Jam di Neraka

Baca: VIDEO Viral Wanita Diperkosa 5 Pria di Depan Suami, Terungkap 10 Menit Keluar Berasa 3 Jam di Neraka

Baca: 10 Fakta Wanita Diperkosa 5 Pria di Depan Suami Selama 3 Jam, Video Tersebar hingga Keluar 10 Menit

Pesan Terakhir Vera Oktaria, Karyawan Minimarket Sebelum Tewas Termutilasi di Sungai Lilin, Sempat Bilang Rindu pada Sahabat
Pesan Terakhir Vera Oktaria, Karyawan Minimarket Sebelum Tewas Termutilasi di Sungai Lilin, Sempat Bilang Rindu pada Sahabat (Facebook Mhd Perjaka Purwata via Tribun Sumsel)

Vivi Halida memberikan komentar pada salah satu postingan kerabat Vera Oktaria.

Di kolom komentar, Vivi Halida memperlihatkan isi pesan DM terakhir Vera Oktaria pada tanggal 5 Mei 2019 lalu atau 2 hari setelah Vera Oktaria dinyatakan menghilang dan tak ada kabar pada 7 Mei 2019.

Dalam pesan tersebut nampak Vera Oktaria mengaku kangen dengan sahabatnya itu.

"Vi aku kangen dengar suara kau ngaji," tulis Vera Oktaria pada 5 Mei pukul 12.10 AM.

Pesan Terakhir Vera Oktaria, Karyawan Minimarket Sebelum Tewas Termutilasi di Sungai Lilin, Sempat Bilang Rindu pada Sahabat
Pesan Terakhir Vera Oktaria, Karyawan Minimarket Sebelum Tewas Termutilasi di Sungai Lilin, Sempat Bilang Rindu pada Sahabat (Facebook Mhd Perjaka Purwata via Tribun Sumsel)

Dimana Vivi Halida baru membalas pesan tersebut pada pukul 6.39 AM

"Hm Bebeb, aku kangen kau jgo," tulisnya

Namun komentar tersebut hanya dilihat Vera Oktaria tampa memberikan balasan lagi.

Kesedihan Keluarga

Suhartini (50) ibu kandung dari almarhum Vera Oktaria sempat tak ingin percaya bahwa mayat yang dimutilasi itu adalah anak gadisnya.

Ia yakin setelah ia melihat langsung kondisi fiisik mayat dan ada cicir-ciri fisik pada mayat tersebut yang menegaskan bahwa itu Vera.

Terutama anting-anting dan bekas luka di tangan.

Polisi mengevakuasi jenazah korban Vera Oktaria di Penginapan Sahabat Mulya di Jalan Simpang Hindoli, Kecamatan Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Suhartini (50) ibu kandung Vera Oktaria tak kuasa menahan tangis menanggung kesedihan karena telah kehilangan putri bungsunya untuk selama-lamanya.

Seperti diketahui sebelumnya, Vera Oktaria korban tewas dalam kondisi tangan dimutilasi di kamar Penginapan Sahabat Mulia di Jalan PT Hindoli RT 05 RW 03 Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Muba, Sabtu (11/5/2019).

Raut kesedihan terlihat jelas di wajahnya Tini, panggilan akrab ibu kandung almarhumah Vera.

Matanya sembab dan air mata masih menetes di pipinya, seakan mengungkapkan betapa dalam kesedihan yang dirasakan ibu empat orang anak ini.

Bahkan Tini, tidak sanggup mengantar jenazah Vera ke tempat peristirahatannya yang terakhir di tempat pemakaman umum (TPU) Naga Swidak Plaju kota Palembang.

Warga Jalan Tangga Takat Lorong Indah Karya Plaju kota Palembang ini hanya terduduk lemah di rumahnya dengan ditemani pihak keluarga, kerabat dan tetangga yang terus bergantian menghiburnya.

"Biarlah disini saja," ujar Tini dengan suara lesu saat ditanya pihak keluarga apakah akan ikut ke pemakaman,Sabtu (11/5/2019).

Kepada Tribunsumsel.com, Tini mengungkapkan saat pertama kali mengetahui kabar penemuan mayat yang diduga Vera, dia mengaku sempat tidak ingin percaya dengan kabar tersebut.

"Saya harapnya itu bukan anak Vera. Saya maunya dia masih hidup, sehat dan bisa kembali ke rumah dalam keadaan selamat,"ujar Tini dengan berurai air mata.

Namun nasib berkata lain, berdasarkan beberapa ciri-ciri yang ditemukan di tubuh jenazah. Semua itu menguatkan kenyataan bahwa jenazah tersebut adalah Vera.

"Tapi waktu saya ke rumah sakit, saya lihat anting-anting, ikat rambut sama ada luka di jarinya, sama seperti punya Vera. Jadi ya sudah itu memang dia,"ujarnya dengan suara lesu.

Pantauan Tribunsumsel.com di rumah duka terlihat sanak keluarga, tetangga dan rekan-rekan yang juga ikut larut dalam suasana kesedihan.

BACA JUGA BERITA POPULER:

Baca: Wanita 20 Tahun Diperkosa 5 Pria di Depan Suaminya, Suami Gambarkan Apa yang Disebut 3 Jam di Neraka

Baca: VIDEO Viral Wanita Diperkosa 5 Pria di Depan Suami, Terungkap 10 Menit Keluar Berasa 3 Jam di Neraka

Baca: 10 Fakta Wanita Diperkosa 5 Pria di Depan Suami Selama 3 Jam, Video Tersebar hingga Keluar 10 Menit

Kronologi Penemuan

Vera Oktaria yang merupakan korban pembunuhan mutilasi di sungai lilin dimakamkan di TPU telaga swidak, Palembang.

Hadir kerabat korban dan juga teman korban bernama Arina yang sesama kerja di Indomaret.

Arina yang merupakan kepala toko indomaret menceritakan bahwa korban vera oktaria baru satu minggu bekerja di indomaret dan terakhir ketemu dia cuma bilang 'pulang bu'.

"Kebetulan saat terakhir ketemu saya shift sore sedangkan vera shift pagi jadi kami sempat ketemu, dia juga biasanya kalo pulang kerja naik motor sendiri," ujar Arina

Arina juga menjelaskan bahwa ibu korban juga sempat datang malam hari menanyakan keberadaan Vera, sampai esok harinya pun ia tidak masuk lagi.

"Kami tidak menyangka bahwa korban mutilasi itu Vera, kami sendiri dapat info dari media sosial dan pesan whatsApp berantai," ujar arina

"Memang benar ada dugaan korban mutilasi. Tetapi saat ini masih melakukan olah TKP dan identifikasi. Korban perempuan," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi.

Korban tanpa identitas itu ditemukan dengan kondisi tubuh termutilasi di kamar Penginapan Sahabat Mulia Nomor 06 di Jalan PT Hindoli, Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan mayat perempuan tersebut berawal dari kecurigaan seorang pengurus penginapan yakni Nurdin bin Arsan.

Arsan pada Kamis (9/5/19), sekitar pukul 13.00 WIB sedang membersihkan dengan menyapu lantai penginapan.

Pada saat itu sesekali tercium aroma bau menyengat yang sumbernya dari kamar 06.

Nurdin yang merasa curiga langsung mengetuk pintu kamar dan mencoba untuk membuka pintu tersebut tapi tidak ada respon dari penghuni kamar.

Karena dikira tidak terjadi apa-apa Nurdin langsung menghubungi orang tuanya untuk menanyakan keberadaan tamu tersebut yang tidak kembali setelah membawa kunci kamar.

"Saya curiga waktu saya bersihkan lantai mencium bau busuk, nah baru besoknya (hari ini) bau busuk itu semakin kuat. Langsung saya hubungi Polsek Sungai Lilin."

"Setelah pihak polsek Sungai lilin datang, kamar tersebut baru di buka. Ditemukan sesosok wanita di atas ranjang dalam keadaan tanpa busana dengan kondisi tangan terpotong jenazah membengkak ditutupi dengan selimut," ujar Nurdin.

Lanjutnya, tamu yang memesan kamar 06 tersebut terdata di buku tamu tanpa dilengkapi KTP atas nama Doni yang beralamatkan Karang Agung (P13).

"Tamu itu datang ke penginapan 2 orang laki-laki dan perempuan tanpa identitas datang ke penginapan pada Selasa (7/5/19) sekitar pukul 22.00 WIB, mereka membawa 1 koper warna hitam,"ungkapnya.

Pada hari Rabu (9/5/19) sekitar pukul 09.00 WIB tamu laki-laki penghuni kamar 06 terlihat keluar sambil menelepon bertanya tentang masalah harga sewa speed.

"Pada sore harinya pukul 17.00 WIB terlihat oleh orang tua saya Murniati bahwa laki-laki tersebut kembali ke penginapan dengan membawa masuk kembali 1 unit koper lagi dari luar."

"Setelah terlihat beberapa kali laki-laki penginap itu tidak kelihatan lagi pada Kamis,"jelasnya.

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti SE MM, membenarkan prihal kejadian tersebut pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi dan Polske Sungai Lilin sudah juga melakukan olah tempat kejadian perkara. (Tribunmanado.co.id/Indri Fransiska/Tribunnews)

Tonton:

Follow Instagarm Tribun Manado:

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved