Pembunuhan
Pesan Terakhir Kasir Indomaret Sebelum Tewas Dimutilasi Oknum TNI: Aku Kangen dengar Kamu Ngaji
Vera Oktaria diketahui merupakan kasir di Indomaret. Sementara itu, beredar isi pesan direct message (DM) Vera Oktaria kepada salah satu sahabatnya.
Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
Dalam pemeritaan sebelumnya disebutkan, jika di penginapan itu, mayat yang ditemukan dalam kondisi termutilasi di Jalan PT Hindoli RT 05 RW 03 Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Muba itu memesan kamar dengan 2 pria.
Satu diantara 2 pria diduga adalah seorang anggota TNI.
Sedangkan pria yang lain belum diketahui.
"Kita juga memperoleh data- data info dari Polres Muba. Kita juga sudah koordinasi terkait data yang didapat dari hotel tempat mereka menginap. Selanjutnya kita sudah menurukan jatarnas polda dan bekerja sama dengan Polres Muba untuk melakukan penyelidikan," ungkapnya.

Sebelum kasir Indomaret ini ditemukan tewas, warganet heboh dengan tersebarnya pesan DM Instagram korban kepada salah seorang sahabat.
Pada pesan terakhirnya itu, Vera Oktaria mengaku tengah dilanda kerinduan.
Tribunmanado.co.id mengutip dari Tribunnews.com, Sabtu (11/5/2019), Vera Oktaria ditemukan dalam kondisi dimutilasi di kamar Penginapan Sahabat Mulia di Jalan PT Hindoli RT 05 RW 03 Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Muba.
Teman korban, Arina, yang merupakan kepala toko minimarket menceritakan, korban Vera Oktaria baru satu minggu bekerja di minimarket.
Arina juga menjelaskan bahwa ibu korban juga sempat datang malam hari menanyakan keberadaan Vera, sampai esok harinya pun ia tidak masuk lagi.
"Kami tidak menyangka bahwa korban mutilasi itu Vera, kami sendiri dapat info dari media sosial dan pesan WhatApp brantai," ujar Arina.
Sebelumnya, penemuan mayat Vera tersebut berawal dari kecurigaan seorang pengurus penginapan yakni Nurdin bin Arsan.
Pada Kamis (9/5/2019) sekitar pukul 13.00 WIB, Arsan sedang membersihkan penginapan.
Saat itu ia sesekali mencium aroma bau menyengat yang sumbernya dari kamar 06.
Merasa curiga, Nurdin lantas mengetuk pintu kamar dan mencoba untuk membuka pintu tersebut namun tidak ada respon dari penghuni kamar.
Karena khawatir terjadi sesuatu, Nurdin langsung menghubungi orang tuanya untuk menanyakan keberadaan tamu tersebut uan tidak kembali setelah membawa kunci kamar itu.