Mitos Permen Karet Anak Generasi 90-an Akhirnya Terpecahkan
Sebagian anak generasi 90-an percaya huruf N dalam kuis permen karet itu tidak akan ditemukan.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Mitos bagi anak generasi 90-an akhirnya terpecahkan oleh Dendi Ivanda.
Warga Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakartan Selatan, ini berhasil menemukan huruf N dalam undian permen karet Yosan.
Dendi berhasil menemukan huruf N yang selama inI diragukan keberadaannya boleh sebagian orang.
Ia kemudian menceritakan pengalamannya menemukan huruf N yang sudah dicari-cari banyak orang sejak puluhan tahun lalu.
Awalnya, kata Dendi, ia teringat untuk membeli permen tersebut saat tengah menikmati waktu senggangnya pada jam istirahat kantor.
Dia pun melihat-lihat situs belanja online.
Baca: Jumlah Rakaat Tarawih Kerap Jadi Perdebatan, Berapa Sebenarnya?
Baca: Waktu Tidur Terbaik di Bulan Ramadan
Baca: 7 Istilah Populer di Bulan Ramadan, Takjil Kerap Disalahartikan
"Waktu itu ada iklan, nah ini Yosan nih, wah zaman dulu gue suka makan, pengen ingat rasanya bagaimana, masih ada enggak sih?
"Manisnya saya sudah lupakan bagaimana, coba deh beli," kata Dendi saat ditemuiKompas.com di kantornya di Grand Slipi Tower beberapa hari lalu.
Tak tanggung-tanggung, ia langsung membeli dua dus permen karet tersebut yang masing-masingnya berisi 60 permen.
Ia membeli permen tersebut dengan harga Rp 19.000 per dusnya.
Rasa rindu terhadap permen masa kecilnya tersebut kemudian terpecahkan saat dua dus permen yosan itu sampai di kantornya.
Ia kemudian membuka permen tersebut untuk dikonsumsi.
Namun, kala itu ia sama sekali tak berpikir kembali mengumpulkan rangkaian huruf Y-O-S-A-N mengingat sulitnya mencari huruf N.
Dendi juga membagi-bagikan permen Yosan yang dibelinya itu kepada teman-teman kantor untuk sama-sama bernostalgia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/yosan-permen-karet.jpg)