Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kinerja Multifinance Terus Menanjak  

Perusahaan multifinance masih mencatatkan pertumbuhan pembiayaan hingga Maret 2019. Kepala Departemen Pengawas Industri

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Kolase Tribun Manado/Internet/Capture Facebook
Ilustrasi OJK dan Capture Facebook Program Berbagi Berkah 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Perusahaan multifinance masih mencatatkan pertumbuhan pembiayaan hingga Maret 2019. Kepala Departemen Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2B OJK Bambang W. Budiawan menyatakan piutang pembiayaan bertumbuh 5,17% year on year (yoy) atau meningkat sebesar Rp 21,66 triliun menjadi Rp 440,86 triliun pada tiga bulan pertama 2019.

Apabila berdasarkan jenis kegiatan usaha, pembiayaan multiguna tumbuh 6,55% yoy dan pembiayaan modal kerja tumbuh 2,42% yoy. "Lalu pembiayaan investasi mengalami peningkatan piutang sebesar 10,66% yoy," ujar Bambang kepada KONTAN.  Menurut dia,  kenaikan  pembiayaan investasi berasal dari kontribusi sektor pertambangan, sektor transportasi dan sektor konstruksi.

Adapun pembiayaan kendaraan bermotor roda empat tumbuh sekitar 4,29% yang ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan kendaraan roda empat baru. Sementara untuk roda empat bekas tumbuh minus 2,94%.

Sedangkan untuk pembiayaan kendaraan roda dua baru dan bekas memberikan kontribusi pertumbuhan yang hampir sama di antara  5% sampai 7%.. "Kepercayaan pihak asing pada industri pembiayaan sejauh ini masih sangat  positif terbukti dari sumber pinjaman luar negeri masih tumbuh positif. Beberapa perusahaan multifinance sedang dalam proses penjajakan dengan strategic investor asing," teramg Bambang.

Sebelumnya industri multifinance memang akan kedatangan pemain baru asal china. Jika tidak ada aral melintang, Kamis (7/5) ini Wuling Finance akan memulai
kiprahnya di Indonesia.

Sesuai dengan namanya, perusahaan pembiayaan ini merupakan hasil kerjasama antara Wuling Motors dengan mitra lokal di bisnis pembiayaan.

Pembentukan perusahaan pembiayaan ini menunjukkan keinginan kuat perusahaan otomotif asal Negeri Tembok Raksasa itu untuk berkiprah di sini. Dan persaingan akan bertambah seru. 

Berkah Lebaran, Premi Asuransi Umum Naik

Momentum bulan Ramadan mendatangkan berkah bagi perusahaan asuransi umum di Indonesia. Biasanya penjualan asuransi kendaraan meningkat saat Ramadan hingga menjelang Lebaran. Hal ini seiring dengan penjualan kendaraan bermotor yang juga ikut naik pada momentum tersebut.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe mengatakan, permintaan asuransi kendaraan dan asuransi kecelakaan diri untuk periode jangka pendek biasanya meningkat menjelang lebaran. Lonjakan terjadi terutama untuk perjalanan mudik.

"Sayang, AAUI tidak punya data per kasus, mana premi yang melonjak karena kasus lebaran dan premi reguler. Namun bisa dicek ke perusahaan-perusahaan asuransi yang banyak menerbitkan polis asuransi kendaraan periode pendek sekitar lebaran," ujar Dody kepada KONTAN.

Risiko kecelakaan

Head of Product Development PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) Tanny Megah Lestari mengaku lini bisnis kendaraan bermotor turut terungkit jelang lebaran. Hal ini guna antisipasi perlindungan risiko kecelakaan.

Ia mengatakan hal itu bisa terlihat dari data tahunan, penjualan asuransi kendaraan bermotor meningkat sekitar 20% hingga 25% jika dibandingkan bulan biasa.

"Namun penjualan lebih dikarenakan customer pergi berlibur dan pembelian dilakukan dua sampai tiga bulan sebelum masa liburan," ujar Tanny. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved