Bicara Teroris di Bitung: Begini Tanggapan Pengamat Hukum Unsrat

Kasat Brigade Mobile (Brimob) Polda Sulut Kombes Mulia Nugraha membenarkan, penangkan terhadap dua terduga teroris di Kota Bitung

Bicara Teroris di Bitung: Begini Tanggapan Pengamat Hukum Unsrat
Tribun manado / Finneke Wolajan
Toar Palilingan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kasat Brigade Mobile (Brimob) Polda Sulut Kombes Mulia Nugraha membenarkan, penangkan terhadap dua terduga teroris di Kota Bitung. Keduanya diamankan personel gabungan Densus 88 Satuan Wilayah Papua, Satuan Wilayah Sulutenggo dan Tim Wanteror Satbrimob Polda Sulut, Selasa (2/5/2019). "Informasi (berita) itu sudah benar," kata Mulia kepada Tribunmanado.co.id, Selasa (7/5/2019).

Dalam penangkapan, tim gabungan anti teroris menangkap dua terduga teroris yang menumpang kapal Pelni dari Papua yang transit di Pelabuhan Samudera Kota Bitung pukul 05.45 Wita. Kedua terduga teroris sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Pasca penangkapan dua terduga teroris di Bitung, Polres Minsel meningkatkan kewaspadaan di kabupaten yang memiliki luas 1.429 kilometer persegi ini.

Kapolres Minsel AKBP FX Winardi Prabowo mengatakan, sesuai prosedur tetap pihaknya akan menyesuaikan dengan peristiwa di Kota Bitung. "Ya kita menyesuaikan dengan meningkatkan kewaspadaan," kata dia, Selasa kemarin.

Apalagi di bulan puasa, patroli lebih ditingkatkan intensitasnya agar kamtimbnas berjalan aman dan kondusif. Ia juga berharap agar warga di Minsel dan juga Kabupaten Minahasa Tenggara bisa segera melapor jika ada gerak-gerik mencurigakan dari orang yang tak dikenal.

Perangkat Desa Perlu Patroli

Pengamat hukum dari Unsrat, Toar Palilingan mengatakan, masuknya dua terduga teroris di Pelabuhan Penumpang Samudera Bitung pada Kamis (2/5/2019), bisa dikatakan Sulut kebobolan. Mengenai dua terduga teroris yang ditangkap di Kota Bitung, Sulut, artinya selama ini Sulut menjadi jalur transit dan kecolongan.

Meski para terduga teroris ini tidak memiliki tujuan di Sulut, tidak menutup kemungkinan mereka membentuk sel di Kota Bitung. Ini merupakan kecolongan, sebab di Papua saja mereka buat sel, apalagi di Sulut.

Dengan adanya penangkapan dua terduga teroris, dari segi keamanan kita bobol. Terutama perangkat desa, bahwa mereka tidak lagi mengontrol siapa yang tinggal di wilayah mereka.
Seharusnya para aparat desa jangan takut, lihat saja kalau ada yang sudah lewat dari 1x24 jam, aparat harus pertanyakan identitas yang bersangkutan.

Tidak perlu takut atau malu. Itu sudah menjadi peraturan kita. Sudah saatnya pala-pala melakukan patroli di wilayahnya, jangan hanya fokus dengan pemilu. Aparat di wilayah penangkapan dua terduga teroris di Kota Bitung juga harus lebih proaktif.

Merasa Waswas

Informasi penangkapan terduga teroris di Kota Bitung menghebohkan publik di Sulawesi Utara. Irene Tinangon, warga Danowudu, Bitung, tidak mengetahui kalau di Bitung dimasuki terduga teroris.

"Saya hanya mengetahui kejadian ini lewat berita online tribunmanado.co.id. Yang penting polisi sudah menangkap terduga teroris," ucap Meril Irene Tinangon, Selasa (7/5/2019).

Tentunya rasa takut atau waswas. "Untuk saat ini merasa waswas, tetapi berharap aparat kepolisian menindaklanjuti jangan sampai ada lagi terduga teroris yang menyebar," ucap perempuan kelahiran Bitung 18 Maret 1991. Iren berharap agar masyarakat selalu waspada dan menjaga keamanan. (fis/juf/crz/dru)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved