Dulunya Atheis, Mahasiswa Kota Binjai Penista Tuhan dan Agama Islam Kembali Bersyahadat

FMF diketahui Mahasiswa semester IV Fakultas Hukum Panca Budi. Ia diduga terlalu banyak membaca buku-buku filsafat dan agama tanpa guru.

Dulunya Atheis, Mahasiswa Kota Binjai Penista Tuhan dan Agama Islam Kembali Bersyahadat
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
FMF (19) mahasiswa yang sempat melakukan penistaan terhadap Tuhan dan Agama Islam meminta maaf dan mengaku menyesal atas perbuatannya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kota Binjai dihebohkan penistaan Tuhan dan Agama di saat bulan Suci Ramadan.

Ratusan warga Kota Binjai menggeruduk rumah mewah warna kuning, kediaman terduga penista Tuhan, di Jalan Tuanku Imam Bonjol, Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota, Senin malam, (6/5/2019).

Ratusan warga menggeruduk rumah MF (61) seorang tauke emas Kota Binjai, untuk mengamankan anaknya yang bernama FMF (19) yang dianggap menista Tuhan dan Islam di media sosial Instagram.

Personel Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres Binjai meninjau lokasi karena massa sudah mulai bertindak tidak kondusif, 22.30 setelah dilakukan mediasi dengan masyarakat maka FMF diamankan ke Mako Polres Binjai.

Di Mapolres, Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto beserta jajaran mengadakan dialog mediasi perdamaian di Aula Catur Sakti Mapolres Binjai bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan perwakilan warga. Ibu dari FMF terisak dan menitikan air mata memohon agar anaknya dimaafkan.

FMF diketahui Mahasiswa semester IV Fakultas Hukum Panca Budi. FMF disebut Kapolres masih labil dan mencari jati diri. Pria jangkung berambut ikal ini diduga terlalu banyak membaca buku-buku filsafat dan agama tanpa guru.

"Islam agama Rahmatan Lil Alamin. Terima kasih kita semua mau membuka diri memaafkan. Apalagi ini bulan Suci Ramadan. Adek kita ini masih 19 tahun, masih labil, butuh bimbingan orangtua, dan bapak ibu sekalian dalam cari jati diri," kata Kapolres didampingi Wakapolres Binjai.

Selanjutnya dalam pertemuan ini, FMF diminta untuk meminta maaf kepada seluruh umat Muslim di Indonesia dengan penuh penyesalan dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatannya, serta kembali mengucapkan Dua Kalimat Syahadat di depan media dan perwakilan warga Kelurahan Setia sebanyak 30 orang.

"Saya mengaku sangat menyesal dengan perbuatan saya dan berjanji tak akan mengulangi lagi. Saya akan mengucapkan kalimat Syahadat lagi, Ashadu allā ilāha illallah, wa Ashadu anna Muḥammadar Rasulullah. Saya bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah, dan saya bersaksi Muhamad adalah Rasulullah," ungkap FMF

Tokoh agama, ustaz, dan masyarakat beserta perwakilan warga menerima permintaan maaf FMF ditandai dengan saling bersalaman, dan membubarkan diri dari Mapolres Binjai pada Pukul 01.00 WIB dengan aman tertib.

Halaman
12
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved