Bupati Sri Wahyumi Ditangkap KPK, Suaminya Berada di Rumah Sakit dan Anaknya Hindari Media

Pasca penangkapan Bupati Talaud, Sri Wahyumi Manalip oleh pihak KPK, media langsung ramai memberitakan kondisi terbaru suami dan anak Bupati Talaud

Bupati Sri Wahyumi Ditangkap KPK, Suaminya Berada di Rumah Sakit dan Anaknya Hindari Media
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pd. *** Local Caption *** (Dhemas Reviyanto)
Bupati Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Sri Wahyumi Maria Manalip mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (1/5/2019) dini hari. KPK menetapkan tiga orang tersangka yaitu SWM (Sri Wahyumi Maria Manalip), BNL (Benhur Lalenoh) dan BHK (Bernard Hanafi Kalalo) serta mengamankan barang bukti senilai Rp500 juta terkait kasus dugaan suap pengadaan barang atau jasa di Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun Anggaran 2019. 

"Jadi, bukan syok dan mengurung diri di kamar. Hanya saja menghindar memberikan keterangan. Untuk urusan keluarga diserahkan semuanya ke saya untuk bicara," kata Jimmy Tindi saat dikonfirmasi Kompas.com via telepon.

Jimmy Tindi juga mengatakan bila saat ini suami Bupati Talaud dan anak-anaknya tinggal di rumah mereka di perumahan Tamansari Metropolitan, Mangapet, Manado.

Lebih lanjut, Jimmy Tindi mengabarkan bila kini suami Bupati Talaud, Armindo Pardede yang juga adalah seorang hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Manado tengah menjalani perawatan medis.

Baca: Reino Barack Bongkar Kebiasaan Syahrini Dalam Kamar Tiap Kali Dirinya Pulang Kerja

Juru bicara keluarga Bupati Talaud, Jimmy Tindi mengungkapkan kondisi terbaru keluarga Bupati Talaud.
Belum lama ini, Jimmy mengatakan bila suami Bupati Talaud ini terkena serangan stroke yang mengahruskan dirinya mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

"Jadi, harus dimaklumi. Bapak lagi sakit saat ini. Bapak tetap mengambil absen di Pengadilan Tinggi Manado. Tapi untuk bekerja tidak bisa, orangnya sudah stroke," pungkas Jimmy Tindi seperti yang dikutip Grid.ID dari Kompas.com.

Diketahui, pihak KPK menangkap Bupati Talaud atas kecurigaan bahwa Sri Wahyumi diduga menerima fee sekitar 10% dari kontraktor proyek revitalisasi.

Melansir Kompas.com, fee sebesar 10% yang diterima oleh Bupati Talaud ini adalah berupa barang mewah dan uang tunai sebesar Rp 513 juta.

Berdasarkan penyelidikan pihak KPK, fee yang diberikan pihak kontraktor dari dua proyek revitalisasi pasar ini telah diterima oleh Bupati Talaud, Sri Wayumi Maria dan 5 orang lainnya.

Dilansir Grid.ID dari Tribunnews.com, selain uang tunai senilai Rp 50 juta lebih, KPK menyita barang mewah yang diduga telah diberikan kepada Bupati Talaud sebagai fee.

Sejumlah barang mewah milik Bupati Talaud yang diduga adalah bentuk suap dari proyek revitalisasi pasar.
Barang-barang mewah tersebut berupa tas merk Channel senilai Rp 97 juta, jam tangan merk Rolex senilai Rp 224 juta dan tas merek Balenciaga senilai Rp 32 juta.

Halaman
123
Editor: Nielton Durado
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved