Utang Narkoba Belum Terbayar, Cung Adi Tembak Temannya di Bekas Lokalisasi

Suryadi mengaku, ia nekat membunuh Usman karena permasalahan utang sebesar Rp 10 Juta.

Utang Narkoba Belum Terbayar, Cung Adi Tembak Temannya di Bekas Lokalisasi
tribun bali
Ilustrasi Pistol 

Sebanyak 40 ekstasi tersebut diakui Suryadi dia ambil dari Usman untuk kembali dijual dikawasan eks lokalisasi tersebut.

Akan tetapi, penjualan pil ekstasi tersebut tak semuanya laku hingga ia pun menunggak kepada korban.

"Banyak yang tak laku jadi tidak semuanya bisa saya bayar, tetapi dia marah dan menikam saya," ujar dia.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan, barang bukti, senpi rakitan serta dua butir peluru, telah diamankan petugas.

Suryadi diancam dikenakan pasal berlapis yakni Undang-Undang Darurat soal kepemilikan senjata api.

Selain itu, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, dengan ancaman 15 tahun penjara.

"Sejauh ini motifnya hanya utang antara korban dan pelaku, semua barang bukti juga sudah diamankan," ungkap Yon.

Usman Heri (35) warga Jalan Suka Karya, Kecamatan Sukarami Palembang, Sumatera Selatan, harus tewas setelah mengalami luka tembak di bagian leher.

Korban diduga tewas ditembak oleh rekannya sendiri ketika hendak menagih utang di eks lokalisasi Jalan Teratai Putih Palembang, Minggu (28/4/2019).

Kapolsek Sukarami, Kompol Rivanda mengatakan, dari beberapa keterangan saksi, pelaku penembakan terhadap Usman itu memiliki utang kepada korban.

Namun, ketika hendak ditagih, pelaku mengamuk dan menembak korban hingga tewas.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pembunuhan Pria di Eks Lokalisasi Palembang karena Utang Narkoba "

Editor: Edi Sukasah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved