Santunan

Jasa Raharja Sulut 'Jemput Bola', Bantu Pengurusan Santunan ke Ahli Waris Korban Lakalantas Luaan

Jasa Raharja Sulut 'Jemput Bola', Bantu Pengurusan Santunan ke Ahli Waris Korban Lakalantas Luaan Tondano

Jasa Raharja Sulut 'Jemput Bola', Bantu Pengurusan Santunan ke Ahli Waris Korban Lakalantas Luaan
Istimewa
Penyerahan santunan kematian oleh Jasa Raharja kepada ibu korban di Tondano, Rabu (24/4/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Utara berkomitmen memberi pelayana prima kepada korban maupun ahli waris kecelakaan lalulintas (lakalantas).

Wujud dari komitmen itu ialah dengan proaktif 'jemput bola' membantu pengurusan persyaratan pengajuan klaim santunan. 

Paling anyar, Jasa Raharja Sulut menyalurkan santunan untuk ahli waris Giorgie Gerungan (15), korban meninggal dunia peristiwa lakalantas di jalan raya Kelurahan Luaan, Kecamatan Tondano Timur, Minahasa pada Minggu (21/4/2019).

Sehari pasca kejadian, petugas Jasa Raharja Tondano, I Made Seroja langsung mendatangi rumah duka.

Sembari menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga. Bersamaan dengan itu Made menyampaikan hak santunan yang menjadi hak yang akan diterima ahli waris.

Made pun membantu pengurusan berkas persyaratan untuk pengajuan klaim. Santunan meninggal dunia senilai Rp 50 juta telah diserahkan simbolis kepada Thesda Julie Gerungan, ibu korban. Santunan dikirimkan ke rekening ahli waris tanpa potongan.

Dodi Apriansyah, Kepala Jasa Raharja Sulawesi Utara mengatakan, santunan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah bagi korban lakalantas. "Sekaligus sebagai bukti bahwa BUMN hadir untuk Negeri," ujar Dodi. 

Georgi mengalami lakalantas Minggu (21/4/2019). Korban yang mengendarai sepeda motor bertabrakan dengan mobil di simpang empat Luaan.

Jasa Raharja merupakan BUMN yang bergerak di bidang asuransi yang memberikan perlindungan dasar kepada setiap korban kecelakaan lalu lintas jalan di darat, laut maupun udara sebagaimana yang diamanahkan oleh  UU. 

Adapun santunan meninggal dunia Rp 50 juta, biaya perawatan maksimal Rp 20 juta, santunan cacat tetap maksimal Rp 50 juta dan biaya penguburan korban yang tak memiliki ahli waris Rp 4 juta.

Selain itu ada santunan manfaat tambahan biaya ambulance Rp 500 ribu (dari TKP ke rumah sakit) dan biaya P3K Rp 1 juta.(Fernando Lumowa)

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved