Berita Sitaro

Karangetang Belum Berhenti Beraktivitas, Asap Putih Masih Terlihat di Puncak Kawah

Sudah tiga bulan lebih sejak erupsi pada Januari, Gunung Api Karangetang, masih beraktivitas hingga hari ini, bahkan menunjukkan peningkatan.

Karangetang Belum Berhenti Beraktivitas, Asap Putih Masih Terlihat di Puncak Kawah
ISTIMEWA
Karangetang Belum Berhenti Beraktivitas, Asap Putih Masih Terlihat di Puncak Kawah 

Karangetang Belum Berhenti Beraktivitas, Asap Putih Masih Terlihat di Puncak Kawah

TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO - Sudah tiga bulan lebih sejak erupsi pada Januari, Gunung Api Karangetang, Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, masih beraktivitas hingga hari ini, bahkan menunjukkan peningkatan.

Yudia Tatipang Kepala pos PGA Karangetang menjelaskan, pada pagi hari secara visual terlihat asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.

"Asap kawah dua putih tebal tekanan gas kuat tinggi sekitar 50 meter," jelasnya.

Untuk kegempaan tercatat empat kali guguran dengan amplitudo 2-3 mm, durasi  40-60 detik, hybrid sekali dengan amplitudo 5 mm, S-P : 0 detik, durasi 10 detik, vulkanik dangkal terjadi empat kali dengan amplitudo 3-4 mm, durasi 2-3 detik, tektonik jauh sekali terjadi dengan amplitudo 7 mm, S-P : 30 detik, durasi 60 detik, dan microtremor terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

Sedangkan pada siang hari aktivitas puncak kawah tidak teramati lantaran tertutup kabut.

Untuk kegempaan tercatat 7 kali guguran dengan amplitudo 1-2 mm, durasi 20 detik, tremor non harmonik 9 kali dengan amplitudo 2-3 detik, durasi 100-190 detik, hybrid dua kali dengan amplitudo 6-9 mm, S-P : 0 detik, durasi 20 detik, vulkanik dangkal terjadi sekali dengan amplitudo 3 mm, durasi 2 detik, tektonik jauh sekali terjadi dengan amplitudo 22 mm, S-P : 40 detik, durasi 520 detik, dan microtremor terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

"Status gunung Karangetang masih pada level III atau Siaga," jelasnya.

Untuk rekomendasi PVMBG Bandung pun belum berubah, warga masih tetap yaitu dilarang mendekati, melakukan pendakian atau beraktivitas di dalam zona bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak kawah dua (Kawah Utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat-Baratlaut sejauh 3 km dan ke arah Baratlaut-Utara sejauh 4 km.

Warga yang berada di area Baratlaut-Utara dari Kawah Dua, di antaranya Kampung Niambangeng, Beba dan Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran gunung Karangetang yaitu di luar zona bahaya.

Masyarakat tetap dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

(Tribun Manado/Alpen Martinus)

BERITA POPULER:

Baca: VIDEO Diduga 7 Artis Asyik Mastrubasi, Jonatan Christie hingga Kriss Hatta Lakukan Berbagai Gaya

Baca: Heboh Video Mastrubasi Diduga Milik 7 Artis, dari Jonathan Christie hingga Artis Berdarah Manado

Baca: Ratusan Personel Brimob dari Daerah Ditarik ke Jakarta, Kubu Prabowo Belum Terima Utusan Jokowi

TONTON JUGA:

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved