Dramatari Perjuangan Maria Walanda Maramis Bikin Penonton Terkesima, Olly-Steven Tak Beranjak

Dramatari berjudul Cahaya Zaman produksi Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut sukses mengguncang panggung Sasono Langen Budoyo TMII Jakarta

Dramatari Perjuangan Maria Walanda Maramis Bikin Penonton Terkesima, Olly-Steven Tak Beranjak
istimewa
Kabid PLB dan Dikdas Diknas Provinsi Sulut, Ferry Sangian SSos MAP 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Dramatari berjudul Cahaya Zaman produksi Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut sukses mengguncang panggung Sasono Langen Budoyo TMII Jakarta pada Perayaan Puncak HUT TMII ke-44 tahun 2019.

Ferry Sangian
Ferry Sangian (TRIBUN MANADO/ARTHUR ROMPIS)

Dramatari yang mengangkat kisah perjuangan pahlawan nasional Maria Walanda Maramis, perempuam Minahasa, prosesor emansipasi di Indonesia, yang semasa hidupnya memberi diri seutuhnya bagi pertumbuhan kualitas hidup para mama nyora (isteri pegawai pemerintahan penjajah) dan kaum muda di tanah Minahasa dan sekitarnya. Ia menggumuli perannya dalam kemitrasejajaran kaum perempuan di tengan pergulatan kaum lelaki pada waktu itu.

Disaksikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE bersama Ibu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw bersama Ibu, Ketua DPRD Provinsi Sulut, jajaran pemprov Sulut, serta ratusan tamu undangan, Cahaya Zaman mampu membuat segenap penonton terkesima.

Sebagai Ibu, figur Maria Walanda Maramis memberikan teladan bagi anak anak perempuan agar terdidik, terampil dan mampu mengembangkan potensi diri dengan semaksimal mungkin di tengah pergaulan sosial masyarakat.

Eksistensi inilah yang menjadi cahaya bagi peradaban, Cahaya Zaman, kata Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Fery RJ Sangian S.Sos. MAP selaku penanggungjawab produksi pementasan saat ditemui wartawan di sela-sela suksesnya pergelaran tersebut.

Dramatari ini diracik oleh sutradara kenamaan Eric Dajoh, didukung penata tari Denny Montolalu SE, Intay Sri Astuti S.Pd, Royke Kumaat, S.Pd, Penata Musik Drs Fero Kuron dan Penata Artistik Drs Berty Sulangi serta puluhan penari dan pemusik dari berbagai sanggar seni yang ada di Sulawesi Utara.

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Aswin_Lumintang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved