Kriminal
Aris Akui Mencintai Budi, Tapi Kekasihnya Itu Dibantai Aziz, Bukan Dibela, Malah Aris Bantu Pelaku!
Berdasarkan hasil penyelidikan, ungkap Gupuh, Aris Sugianto mengaku sangat mencintai sosok Budi Hartanto.
"Jadi mulut korban disumpal, makanya hasil otopsi menunjukkan korban mati karena kehabisan nafas," jelasnya.
Setelah korban dipastikan tumbang dan meregang nyawa, lanjut Gupuh, kedua pelaku berupaya menghilangkan jejak dengan cara membuang mayat tersebut ke suatu tempat.
Namun sebelum itu keduanya masih harus menemukan cara memindahkan mayat korban.
Polda Jatim, Senin (15/4/2019)." />
Baca: TERKINI: Terkuak Alasan Prabowo Klaim Kemenangan Yakni Unggul 62 Persen Serta Yakin Tak Berubah
Alasan kepala Budi dipotong, ide muncul dari Aris
Gupuh mengatakan, Aris Sugianto dan Aziz Prakoso beride untuk mewadahi mayat korban ke dalam sebuah koper milik ibu Aris.
"Aris waktu itu ya langsung pulang, ambil koper milik ibunya. Belakangan Aris cerita kalau koper itu dijual," tuturnya.
Lalu saat proses pengemasan mayat ke dalam koper, ternyata tidak muat.
"Pas dimasukin gak cukup, dikeluarkan lagi, lalu Aris usul kepala korban dipotong," katanya.
Gupuh menyebut, mayat korban ditekuk secara paksa di dalam koper.
Lalu dibuang di bawah jembatan Karang Gondang, Udanawu, Blitar.
Sedangkan kepala korban di wadahi kantung kresek untuk dibuang di bantaran sungai Ploso Kerep, Bleber, Kras, Kediri.
"Kejadian itu dilakukan selasa malam," tandasnya.
Kedua pelaku Aris Sugianto dan Azis Prakoso saat digelandang Anggota Reskrimum Polda Jatim, Senin (15/4/2019).

Aris Menangis minta maaf
Air mata Aris Sugianto tak terbendung lagi, saat ditodong pertanyaan oleh awak media tentang aksinya bersama Aziz Prakoso membunuh dan memutilasi guru honorer Budi Hartanto.
Isak tangisnya begitu kuat hingga menggoncangkan bibirnya yang sengaja ia tahan.
Akibatnya, suaranya terdengar terbata-bata saat mengatakan permintaan maaf di hadapan sorotan lensa kamera awak media.
Permintaan maaf itu ditujukan untuk keluarga korban.
"Saya ingin nyampaikan pada keluarga korban untuk minta maaf sebesar-besarnya," katanya saat digelandang Anggota Reskrimsus Polda Jatim, Senin (15/4/2019).
Baca: Disaksikan Kim Jong-Un, Korea Utara Uji Coba Senjata Baru, Hulu Ledak yang Kuat
Seraya menyeka air mata yang terjun membasahi pipinya, menggunakan lengan kaus tahanan berwarna oranye, Aris Sugianto merasa sangat bersalah sekaligus terpukul atas insiden tersebut.
"Saya hanya bisa menyesal dan menangis," lanjutnya.
Saat ditanya bagaimana awal mula dirinya bisa memenggal kepala korban.
Seraya menggelengkan kepala berkali-kali dengan isak tangis yang tak kunjung reda, mengaku tak punya niatan menyangka memenggal kepala korban.
"Itu saya gak ada kepikiran," ujarnya.
Bila ditanya perihal sosok korban selama hidup, Aris Sugianto berterus-terang, sosok korban hingga saat ini masih terngiang-ngiang dibenaknya.
"Masih teringat-ingat," katanya.
"Semoga arwah beliau diampuni dosa-dosanya, dan ditempatkan bersama orang-orang beriman," tandasnya.
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com,
http://medan.tribunnews.com/2019/04/16/aris-mengakui-mencintai-budi-tapi-kekasihnya-dibantai-aziz-bukan-membela-tapi-aris-membantu?page=all.