Edukasi

Bermodal Buku Pemberian, Dua Pemuda Boltim Buka Lapak Buku, Tobi: Untuk Tingkatkan Minat Baca Warga

Berantas buta huruf di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Lotung Literasi buka lapak baca di jalur dua, desa Tutuyan.

Bermodal Buku Pemberian, Dua Pemuda Boltim Buka Lapak Buku, Tobi: Untuk Tingkatkan Minat Baca Warga
tribunmanado.co.id/Vendi Lera
Lotung Literasi, lapak buku di Boltim. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN -Berantas buta huruf di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Lotung Literasi buka lapak baca di jalur dua, desa Tutuyan

Bermodalkan sumbangan 200 buku dari donasi warga, lima anak muda asal Tutuyan ini, mempunyai niat yang mulia dengan membuka lapak baca di pinggir jalan

Pantau tribunmanado.co.id, Minggu (14/4/2019). Tobi Korompot (21) dan Hendri Mokodompit (27) sejak pukul 08.30 Wita, mulai buka lapak baca dengan mengunakan tikar, sejumlah buku ditata di atasnya. Pembaca yang datang duduk bersila di atas tikar.

Bisingnya knalpot dari kendaraan roda dua dan empat yang lalu lalang, sering mengangu kosentrasi pembaca.

"Kami memang sengaja buat lapak baca di pinggir jalan, agar masyarakat dapat langsung mampir membaca," ujar Tobi Korompot.

Kata dia, tujuan dibukanya lapak baca dan dibentuknya Lotung Literasi, untuk mengurangi dan membrantas buta huruf serta meningkatkan minat baca dari warga Bolaang Mongondow Timur.

Lotung Literasi ini, baru dibentuk 16 Januari 2019. Anak-anak muda merasa terpanggil, untuk ikut membangun kabupaten Boltim, lewat membaca. Sekarang sudah ada 17 anak putus sekolah akan diajarkan membaca.

Lanjut dia, hingga kini masih banyak buku yang diperlukan untuk kegiatan lapak baca di pinggir jalan. Contohnya buku novel serta pengetahuan komputer.

Ia menambahkan, lapak baca ini, sudah yang kedua kali dilaksanakan. Awalnya hanya 20 orang mampir membaca. Selain membaca ada pula diskusi dan tanya jawab. Hingga kini belum ada perhatian dari Pemerintah Daerah terhadap kegiatan ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Boltim, Yusril Damopolii mengatakan, akan siap membantu, apalagi kegiatannya bersifat mulia yakni memberantas buta huruf.

"Kami akan mengundang mereka, lalu memberikan bantuan buku. Agar kegiatan tersebut terus berjalan," ujar Yusril Damopolii.

Menurut dia, memang minat membaca dari warga Boltim masih kurang, mungkin adanya lapak baca, bisa meningkat.

Kepala Dinas Perpustakaan, Suharto Paputungan mengatakan, akan membantu dengan memijamkan buku.

"Kami bersedia memijamkan buku dengan berbagai judul, secara bergantian," ujar Suharto Paputungan (tribunmanado.co.id/Vendi Lera)

Penulis: Vendi Lera
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved