Opini

Persidangan kasus korupsi yang didakwakan kepada Irwandi

Kita tidak tahu apa isi putusan majelis hakim sebelum putusan itu dibacakan di ruang sidang

Persidangan kasus korupsi yang didakwakan kepada Irwandi
internet
irfandy yusuf 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Vonis majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terhadap tiga terdakwa kasus korupsi dari Aceh, Irwandi Yusuf (gubernur nonaktif Aceh), Hendri Yuzal (mantan ajudan Gubernur Aceh), dan Teuku Saiful Bahri (pengusaha Aceh) akan dibacakan dalam sidang pamungkas hari ini, Senin (8/4).

Kuasa hukum Irwandi Yusuf, Sayuti Abubakar MH menyatakan bahwa kliennya siap menerima vonis majelis hakim apa pun putusannya. “Ya kita sudah mempersiapkan diri untuk mendengar pembacaan putusan besok, apa pun putusannya,” kata Sayuti di Jakarta, Minggu (7/4).

Baca: Lucunya Reaksi Datar Anak Bungsu Ahok Saat Dapat Kejutan Hadiah Ulang Tahun dari Ibu dan Kakaknya

irwandi-9
irwandi-9 (internet)

“Kita tidak tahu apa isi putusan majelis hakim sebelum putusan itu dibacakan di ruang sidang,” tambah caleg DPR RI Dapil Aceh 2 ini.

Persidangan kasus korupsi yang didakwakan kepada Irwandi Yusuf, Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri diawali pada hari Senin (26/11/2018) silam. Itu artinya, proses persidangan kasus yang menarik perhatian publik ini sudah berlangsung 18 kali.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap ketiganya pada 3 Juli 2018 di Banda Aceh dalam satu operasi tangkap tangan (OTT) bersama-sama dengan Bupati nonaktif Bener Meriah, Ahmadi SE yang sudah duluan divonis dan kini mendekam di LP Sukamiskin Bandung.

Baca: Sekda Kota Palembang Nilai Armada Dishub Belum Maksimal, Hanya Ada 4 Mobil Patroli

Kuasa hukum Teuku Saiful Bahri, Dr Solahuddin MH mengatakan seluruh proses persidangan sudah selesai, hanya tinggal menunggu sidang terakhir, agenda pembacaan vonis majelis hakim.

“Kita siap mendengarkan putusan majelis yang seadil-adilnya,” kata Solehuddin, pengacara yang berkantor Pusat di Surabaya, Jawa Timur.

Jaksa KPK menuntut Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf pidana sepuluh tahun penjara subsider enam bulan kurungan dan denda Rp 500 juta. Irwandi juga dituntut dicabut haknya untuk dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun setelah menjalani pidana penjara.

Sedangkan terdakwa Hendri Yuzal dituntut lima tahun penjara subsider tiga bulan kurungan dan denda Rp 250 juta. Terdakwa T Saiful Bahri dituntut pidana enam bulan penjara subsider tiga bulan penjara dan denda Rp 250 juta.

Menurut Jaksa KPK, Irwandi secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi melanggar Pasal 12 huruf a atau Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto (berhubungan dengan) Pasal 64 ayat (1) KUHP, serta Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Baca: RAMALAN ZODIAK KESEHATAN! Hari Ini Senin 8 April 2019, Gemini: Harus Banyak Istirahat!

Baca: Bawa Sajam, Warga Minsel Ditangkap Polsek Wanea dan Tim Paniki

Sedangkan Hendri Yuzal dan T Saiful Bahri dianggap melanggar Pasal 12 huruf a atau Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Editor: Gryfid Talumedun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved