Pemecah Ombak Minut

Ini Tanggapan Kejati Sulut Mengenai Sidang Prapereradilan Kasus Pemecah Ombak Likupang Minut

Begini tanggapan Kejati Sulut terkait majelis hakim Imanuel Barru menyatakan bahwa proses penyidikan kasus pemecah ombak Minut dilanjutkan.

Ini Tanggapan Kejati Sulut Mengenai Sidang Prapereradilan Kasus Pemecah Ombak Likupang Minut
WARSTEFF ABISADA
Yoni Mallaka, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulut 

Ini Tanggapan Kejati Sulut Mengenai Sidang Prapereradilan Kasus Pemecah Ombak Likupang Minut

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Setelah majelis hakim Imanuel Barru menyatakan bahwa proses penyidikan kasus pemecah ombak dengan kerugian negara sebesar Rp 8,8 miliar lebih, yang dalamnya ada keterlibatan oknum Bupati Minahasa Utara (Minut) VAP alias Vonnie, dilanjutkan, begini tanggapan Kejati Sulut.

Melalui Kasi Penkum Kejati Sulut Yoni E Mallaka SH saat dikonfirmasi Tribunmanado.co.id melalui WhatsApp pribadinya, mengatakan, sampai saat ini pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut, masih menunggu salinan putusan resmi dari Hakim Praperadilan.

"Setelah Kejaksaan menerima dan mempelajari salinan putusan baru menentukan langkah selanjutnya," ungkapnya, Senin (08/04/2019) tadi.

Diketahui, dalam sidang putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Manado, Senin (08/04/2019) tadi, majelis hakim Imanuel Barru, memutuskan bahwa proses penyidikan kasus pemecah ombak dilanjutkan.

Terpantau wartawan tribunmanado.co.id, kurang lebih 50 menit persidangan praperadilan berlangsung di lantai dua gedung Pengadilan Negeri Manado.

Diketahui, LSM Inakor Sulut selaku pemohon melalui tim Kuasa Hukumnya, masing-masing Advokat Franky Weku, Advokat Victor C Kalele, Advokat Grandly Manoppo, Advokat Dedy L Tulung, Advokat Maulud Buchari, Advokat Mansyur B Kantoli dan Advokat Robert L Weku, telah membacakan materi permohonan praper atas sikap Kejaksaan Tinggi Sulut (termohon I) dan Kejaksaan Negeri Airmadidi (termohon II) dalam penanganan perkembangan kasus tersebut.

Di hadapan Hakim Praper Imanuel Barru, tim Kuasa Hukum LSM Inakor Sulut juga menguraikan bahwa penanganan perkembangan kasus korupsi pemecah ombak Minut terkesan mandek, pasca sidang berkas perkara dr Rosa Marina Tidajoh, Steven Hendrik Solang, Robby Maukar serta Junjungan Tambunan dituntaskan Pengadilan Negeri Manado dan Pengadilan Tinggi Manado.

Berdasarkan tuntutan tersebut, majelis hakim membacakan surat keterangan bahwa proses penyidikan kasus pemeca ombak dilanjutkan.

Sementara itu Rolly Wenas selaku Ketua LSM Inakor Sulut, mengatakan terima kasih buat majelis hakim yang sudah mengabulkan permohonan kami untuk melanjutkan penyelidikan kasus pemecah ombak ini.

"Kami atas nama masyarakat Sulawesi Utara sangat mengapresiasi kinerja Pengadilan Negeri Manado dan semoga selalu diberkati dan terus bersama-sama bersemangat bersama LSM dalam memberantas korupsi," ungkapnya.

(Tribunmanado.co.id/Jufry Mantak)

BERITA POPULER:

Baca: Tanggapan Wartawan Media Asing soal Pernyataan Prabowo, Rakyat Indonesia Tidak Ingin Ditipu Lagi

Baca: TERKUAK! Pelaku Pemenggal Kepala Guru Honorer Budi Hartanto Adalah Diduga Teman Komunitasnya

Baca: Redaksi Tribun Manado Akan Laporkan ke Polisi Akun Febri Chris Widiyanto Dame yang Sebarkan Hoaks

TONTON JUGA:

Penulis: Jufry Mantak
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved