Ide Holding BUMN Sejak Era Reformasi
Ide dan konsep holding untuk perampingan jumlah Badan usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia sudah digagas sejak era reformasi
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Ide dan konsep holding untuk perampingan jumlah Badan usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia sudah digagas sejak era reformasi, tahun 1998. Ide holding BUMN dengan jalan pengelompokan BUMN ke setiap industri dimunculkan pada era Menteri BUMN pertama yakni Tanri Abeng.
Konsep holding BUMN dinilai Tanri akan menciptakan BUMN yang kuat. Perusahaan pelat merah pun dianggap akan semakin fokus mengembangkan bisnisnya dari hulu ke hilir.
Pada waktu itu, Tanri mengusulkan ada 5 holding BUMN, yaitu 1) holding BUMN energi dan tambang, 2) hodling BUMN infrastruktur seperti pelabuhan, bandara, trasportasi, dan telekomunikasi. Keempat, holding sektor finansial, isinya semua bank dan non-bank digabung.
Keempat, holding BUMN semen dan konstruksi. Dan Kelima, holding BUMN pupuk dan perkebunan. Meski dengan konsep berbeda, beberapa holding BUMN ada yang sudah terbentuk.
Pemerintah menargetkan membentuk atau mengelompokkan lima induk badan usaha milik negara (BUMN). (tribun)
Hingga saat ini, ada beberapa perusahaan BUMN yang sudah menjadi holding, yakni:
1. Holding BUMN Tambang
Dalam holding BUMN tambang, PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dijadikan sebagai induk. Sementara anggota holding meliputi, PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk.
2) Holding BUMN migas
Sedangkan pada holding BUMN migas, PT Pertamina (Persero) ditunjuk sebagai induk. Anggota holding BUMN migas terdiri dari PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN).
3) Holding BUMN Infrastruktur
Bebreapa BUMN di bidang infrastruktur yakni Waskita Karya, Adhi Karya, Jasa Marga, Wijaya Karya, HK Business Unit, Kodya Karya, Indra Karya bersepakat untuk menjadikan holding. Hutama Karya akan memimpin holding.
4) Holding BUMN Semen
Persiapan pembentukan holding BUMN semen menjadi Semen Indonesia dilakukan tahun 2012. Sebelum berkonsolidasi, PT Semen Padang, PT Semen Tonasa, dan PT Semen Gresik merupakan BUMN hebat yang tidak pernah rugi dan menjadi raja di daerah masing-masing. Kini PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menguasai kapasitas produksi terbesar ke-20 di dunia sejak 2015. Pada tahun itu, kapasitas produksi perseroan mencapai 31 juta ton, melampaui Siam Cement Group (SCG) yang berkapasitas 26 juta ton, dan tercatat sebagai pemain terbesar urutan 20 di dunia. Tahun 2017, kapasitas produksi Semen Indonesia meningkat lagi menjadi 35,5 juta ton dengan tambahan kapasitas dari pabrik Rembang dan Indarung VI.
5) Holding BUMN Perkebunan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bumn-rekrutmen-2019.jpg)