Novel Duga Disebut Orang Gerindra sebagai 'Pancingan'
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan membantah kabar dirinya sebagai bagian 'Partai Gerindra' yang berada di KPK.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan membantah kabar dirinya sebagai bagian 'Partai Gerindra' yang berada di KPK. Menurutnya, hal itu adalah fitnah sekaligus aneh.
"Ini fitnah apa lagi?" kata Novel melalui pesan singkat, Senin (1/4).
Novel mengatakan, adalah hal aneh jika dirinya disebut sebagai orang Partai Gerindra cuma karena mengkritik kinerja Polri, memprotes Presiden Joko Widodo yang diam dan tidak membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TPGF) atas kasus penyerangan terhadap dirinya dan pegawai KPK lainnya.
"Lalu saya dianggap politisi Gerindra. Lucu saja sih," ujarnya.
Novel mengaku mengetahui kabar dirinya disebut sebagai orang Partai Gerindra dari artikel yang disebarkan di percakapan grup rekan sesama anggota Polri di aplikasi whatsapp. Ia khawatir kabar tersebut sengaja dibuat dan disebarkan semata untuk pengalihan isu kasus dirinya atau pancingan untuk dirinya. "Saya cuma khawatir ini sekedar pengalihan isu atau pancingan saja," jelasnya.
Novel membenarkan Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menjadi salah seorang tokoh yang berempati terhadap dirinya sewaktu menjalani perawatan mata pasca-sserangan air keras. Namun, hal itu juga dilakukan banyak pihak sehingga dirinya bisa disebut dekat pihak-pihak tersebut.
Namun menurutnya, tidak tepat jika menilai kedekatan antara dirinya dan Prabowo dilihat dari janji kampanye Prabowo yang akan mengungkap kasus penyerangan dirinya. "Juga barangkali karena komitmen Pak Prabowo untuk mau mengungkap penyerangan terhadap saya. Kalo indikatornya itu menurut saya itu artinya bukan dekat, tapi lebih kepada kepedulian," kata Novel.
Sebelum adanya tanggapan dari Novel, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, menyebarkan rilis pertanyaan melalui pesan whatsapp berisi permintaan agar KPK dan Polri perlu bertindak terhadap kabar isu ovel Baswedan merupakan 'orang' Partai Gerindra.
Dia meminta pihak KPK meminta klarifikasi terhadap Novel atas kabar tersebut. "Klarifikasi itu menjadi penting karena menyangkut independensi KPK dalam hal pemberantasan korupsi dan KPK tidak ditunggangi kepentingan politik tertentu dalam pemberantasan korupsi di tahun politik 2019 ini," kata Neta dalam keterangannya.
Dia juga meminta Polri untuk mendata anggota atau pun penyidiknya yang bertugas di KPK yang terindikasi berada dalam 'barisan' Novel sebagai 'orang' Partai Gerindra.
Neta menyebut kabar Novel Baswedan sebagai orang Partai Gerindra kali pertama muncul setelah juru bicara capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, memberi bocoran kepada wartawan bahwa penyidik KPK Novel Baswedan atau mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto akan menjadi Jaksa Agung jika Prabowo menang dalam Pilpres 2019.
Selain itu, Fadli Zon disebutnya juga membenarkan kepada wartawan bahwa Novel sudah lama dekat dengan Prabowo. Begitu juga dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Piuyono yang mengatakan Novel adalah 'orang kita' atau dalam konteks orang Partai Gerindra.
Menurut Neta, adanya dua operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh pihak KPK dan mengena orang partai pendukung koalisi capres petahana Jokowi seolah membenarkan adanya orang Partai Gerindra di KPK.
"Untuk itu pimpinan KPK harus menjelaskan adanya indikasi 'orang kita' ini, yang membuat KPK tidak netral di Pilpres 2019. Mengingat Novel adalah mantan penyidik Polri dan mengingat cukup banyaknya penyidik kepolisian di KPK, institusi Polri perlu juga mengusut isu 'orang kita' ini hingga diketahui seberapa banyak penyidik kepolisian terlibat dalam isu 'orang kita'," jelas Neta.
Menanggapi kabar tersebut, juru bicara KPK Febri Diansyah memastikan pimpinan hingga pegawai KPK tidak terjun ke dalam politik praktis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/penyidik-kpk-novel-baswedan-kanan-didampingi-wakil-ketua-kpk-saut-situmorang-kiri_20180430_142717.jpg)