Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Religi

Meski Nyaris Terbunuh Ditembak Ali Agca, Paus Yohanes Paulus Malah Menganggapnya Saudara

Namun, ada satu yang paling diingat dari Paus Yohanes Paulus II, yakni saat dia ditempak pada 13 Mei 1981.

Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
Paus Yohanes Paulus II bertemu dengan Mehmet Ali Agca, pria yang mencoba membunuhnya, di sebuah penjara di Italia pada 1983.(AFP/GETTY IMAGES) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Paus Yohanes Paulus II meninggal hari ini, 2 April 2005, 14 tahun lalu. Ia dikenal toleran dan suka menjalin persahabatan dengan berbagai komunitas di belahan dunia. 

Namun, ada satu yang paling diingat dari Paus Yohanes Paulus II, yakni saat dia ditembak pada 13 Mei 1981. 

Pelakunya adalah Mehmet Ali Agca, seorang residivis asal Turki yang menembak beberapa kali ke arah Paus Yohanes Paulus II.

Empat peluru menghujam Paus Yohanes Paulus II, dua bersarang di perut dan dua lainya mengenai jari tangannya.

Dua turis yang ada di dekat Paus Yohanes Paulus terluka. Seusai melancarkan aksinya, Ali Agca sempat membuang pistolnya ke bawah sebuah truk,  namun tak lama setelah itu ia ditangkap Camilo Cibin, kepala keamanan Vatikan.

Di hadapan polisi Ali Agca mengatakan, awalnya dia berencana pergi ke Inggris untuk membunuh raja.

Namun, setelah mengetahui Inggris dipimpin seorang ratu, niatnya batal.

"Pria Turki tak menembak perempuan," ujar Ali Agca saat diperiksa.

Dia lantas berspekulasi bahwa dirinya memiliki kaitan dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). PLO Langsung membantah keras pernyataan Ali Agca ini. 

Saat sidang pengadilannya digelar pada 20 Juli 1981, Ali Agca mencoba peruntungannya dengan mengatakan Italia tak memiliki hal mengadilinya karena penembakan terjadi di Vatikan.

Ali Agca mengancam akan melakukan mogok makan jika sidang tak digelar di pengadilan Vatikan.

Ancaman itu diabaikan dan ditolak lalu hanya dalam dua hari, pengadilan memutuskan Ali Agca bersalah.

Dia kemudian dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tetapi Ali Agca dibebaskan pada 2010 setelah mendapat sejumlah keringanan hukuman dan adanya  perubahan dalam undang-undang pidana Italia.

Setelah sembuh dari lukanya dan mengetahui Ali Agca dipenjara, Paus Yohanes Paulus II meminta umat Katolik mendoakan pria Turki itu.

"Saya sudah memaafkan saudara saya itu," kata Paus Yohanes Paulus II.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved