Maret, Manado Alami Deflasi, Rica Tetap Sumbang Penyumbang Terbesar Inflasi
Kota Manado mengalami deflasi 0, 69 persen pada Maret 2019. Meskipun begitu, sejumlah kelompok pengeluaran mengalami peningkatan indeks.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kota Manado mengalami deflasi 0, 69 persen pada Maret 2019.
Meskipun begitu, sejumlah kelompok pengeluaran mengalami peningkatan indeks.
Terutama, kelompok makanan jadi, rokok dan minuman kemasan. Kelompok ini memberi andil 0, 86 persen.
Meskipun andil terbesar disumbangkan kelompok makanan jadi, rokok dan tembakau namun cabai rawit atau rica masih menjadi penyumbang inflasi.
Indeksnya paling besar, yakni 0, 1817 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara Ateng Hartono melalui Kabid Statistik Distribusi Marthedy Tenggehi menyebutkan, perkembangan inflasi Manado sampai Maret 2019 (inflasi tahun kalender) -0,16 persen.
"Sedangkan inflasi year on year 2,46 persen," ujar Marthedy.
Selain cabai rawit, komoditas lain yang memberi andil terhadap inflasi ialah bahan bakar rumah tangga (gas).
Selain itu, minuman ringan, bawang putih, air kemasan, kopi bubuk, jeruk nipis dan pisang serta kendaraan rental.
"Sumbangan inflasi untuk Maret 0, 6897 persen dengan penyumbang terbesar kelompok pengeluaran makanan," ujarnya.
Kelompok makanan jadi, minuman dan rokok mengalami inflasi 0, 86 persen. Sementara kelompok perumahan, gas, air, listrik dan bahan bakar menyumbang inflasi 0, 32 persen.
TRIBUNMANADO.CO.ID/FERNANDO LUMOWA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pedagang-cabai-rawit_20180802_115602.jpg)