Breaking News
Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Viral, Seorang Wanita Melahirkan Anak Kembar 26 Hari Setelah Lahiran Anak Pertama

Seorang ibu baru mendapat kejutan dari Tuhan dalam hidupnya, Ibu ini melahirkan anak kembar 26 hari setelah melahirkan satu putra sebelumnya.

Editor: Aldi Ponge
tribunnews
ilustrasi bayi 

TRIBUNMNADO.CO.ID - Seorang ibu baru mendapat kejutan dari Tuhan dalam hidupnya, Ibu ini melahirkan anak kembar 26 hari setelah melahirkan satu putra sebelumnya.

Arifa Sultana menyambut bayi laki-laki barunya pada akhir Februari.

Mengutip rilisan CNN, Sabtu (31/3/2019), beberapa minggu kemudian, perempuan Banglades berusia 20 tahun itu “datang ke rumah sakit dengan keluhan sakit diperut bagian bawah,” kata Dr. Sheila Poddar, seorang ginekolog di Rumah Sakit Ad-Din Dhaka.

Setelah Sultana menjalani USG (prosedur yang tidak dilakukan selama kehamilan anak laki-lakinya), dokter menemukan hal yang luar biasa: termyata Sultana memiliki dua rahim - dan rahim keduanya ini berisi anak kembar.

Dia kemudian menyambut lahirnya bayi kembar anak laki-laki dan perempuan, setelah Dr. Poddar melakukan operasi caesar.

Dr. Basu explained to CNN, “From rural areas, people don’t know what is wrong with them. They don’t know how many children they are pregnant with and sometimes whether they are pregnant also.”

Mayo Clinic dan People.com mendefinisikan kondisi Uterus Didelphys (atau "Rahim ganda") sebagai "kelainan bawaan yang langka".

Di mana Uterus Didelphys tubuh dari rahim tidak berperilaku seperti biasanya, saat rahim pada tubuh perempuan berkembang.

Biasanya rahim Uterus Didelphys berawal dari dua tabung kecil yang berkembang bersama dan menjadikan satu organ rahim besar.

Tetapi terkadang, "tabung rahim tidak bergabung sepenuhnya,"

"Bahkan, masing-masing rahim dalam satu rahim besar itu berkembang menjadi bagian yang terpisah"

Mayo Clinic juga menjelaskan, “Wanita yang memiliki rahim ganda seringkali memiliki kehamilan yang sukses"

Tetapi kondisi rahim gandanya dapat meningkatkan risiko keguguran atau kelahiran prematur. 

"Sangat tidak umum untuk memiliki dua rahim," Dr. S.N. Basu, kepala kebidanan dan kandungan di Rumah Sakit Max Healthcare New Delhi, mengatakan kepada CNN.

“Ketika rahim tumbuh berkembang, rahim ini berasal dari dua tabung, dan tabung-tabung itu bersatu.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved