Senin, 11 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kisah Nyata: Keluarga yang Terpisah saat Tsunami Palu, Namun Bisa Dipertemukan Kembali

Jeni Stany harus terpisah dan hilang kontak dengan kedua putrinya ketika tsunami Palu pada Jumat, 28 September 2018 terjadi.

Tayang:
Editor: Rhendi Umar
Tribunnews.com
Suasana Perumnas Balaroa pasca gempa dan tsunami Palu 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jeni Stany harus terpisah dan hilang kontak dengan kedua putrinya ketika tsunami Palu pada Jumat, 28 September 2018 terjadi. Kala itu, Jeni mengaku tak punya firasat apa-apa. Saat berpamitan dengan putri sulungnya Delva yang akan mengadakan Bible camp di desa Jono Oge, Jeni malah hanya mengucapkan kata sederhana.

“Dia langsung pergi naik motor. Saya hanya bilang ‘Hati-hati!’ Jadi kami tidak ada komunikasi yang mengindikasikan bahwa akan terjadi sesuatu,” demikian dituturkan oleh Jeni.

Sementara putri keduanya, Jesica hari itu akan mengikuti geladi bersih bersama teman-teman sekolahnya di Pantai Talise, Anjungan.

Firasat seorang ibu tak pernah salah. Entah mengapa, Jeni merasa begitu gelisah di sore hari itu setelah sebanyak tiga kali gempa terus terjadi. Dia pun menyampaikan perasaan itu kepada suaminya yang tengah tugas luar kota.

Kala itu, Jeni hanya bisa berdoa, meminta pertolongan dan perlindungan dari Tuhan.

Baca: Dirilis Jelang Paskah, Film Breakthrough Ceritakan Seorang Pemuda yang Alami Keajaiban Tuhan

Gempa Besar Kembali Terjadi

Saat itu, Jeni benar-benar sangat panik. Gempa susulan yang berkekuatan cukup besar terjadi di sore harinya. Dengan penuh ketakutan, dia mencoba menyelamatkan diri dari rumah.

Di jalanan, dia melihat kerumunan orang berkumpul. Sementara gemuruh dari bawah tanah terdengar kencang. Menyadari kalau kota Palu tengah dihantam gempa besar, diapun teringat dengan kedua putrinya di luar sana.

Sebagai seorang ibu, Jeni tentu saja begitu khawatir. Bahkan sampai pertengahan malam pun dia masih belum tahu pasti bagaimana keadaan kedua putrinya, apakah masih hidup atau sudah meninggal.

“Ketika tengah malam, saya hanya mendengar orang bercerita, berbisik-bisik bahwa di Pantai Talise ada tsunami. Di Jono Oge, lumpur sudah naik kira-kira sampai tiga meter dan sudah ada anak-anak yang diangkat. Mereka sudah tidak bernyawa,” terangnya.

Delva Rupanya Masih Hidup

Delva adalah salah satu siswa SMA yang selamat dari likuifaksi di Desa Jono Oge. Untuk bisa selamat, dia mengaku harus berjuang keluar dari lumpur. Bahkan di saat nyawanya masih terancam, Delva masih teringat dengan adiknya Jesica yang saat itu juga sedang berada di pantai.

“Perasaan saya, saya sudah mau mati. Saya sudah tidak tahu apa yang mau saya perbuat. Karena (tembok) itu mengurung saya. Terus saya sempat nangis (teringat) ‘Adik saya bagaimana’” ungkap Delva.

Doa Ibu yang Dijawab

Sebagai ibu, Jeni hanya bisa menangis dan berdoa. Meminta pertolongan Tuhan terjadi atas Delva dan Jesica.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved