Viral Medsos
VIDEO VIRAL: Diduga karena Rekaman 'Pungli', Oknum Polisi Pukuli Warga dan Disebut Sebagai Teroris
Video pria berseragam polisi diduga lakukan tindak kekerasan terhadap seorang pria di pinggir jalan menjadi viral di media sosial Instagram
TRIBUNMANADO.CO.ID - Video pria berseragam polisi diduga lakukan tindak kekerasan terhadap seorang pria di pinggir jalan menjadi viral di media sosial Instagram.
Akun Instagram pengunggah video pria berseragam polisi diduga lakukan tindak kekerasan tersebut meneceritakan kronologi dan penyebabnya
Menurut akun Instagram @benniedwardo pria berseragam polisi tersebut tak terima saat aksinya yang diduga sedang menerima pungutan liar dari pengendara motor direkam.
Pada video postingan Benni Edwardo, terlihat satu orang pria berseragam polisi lengkap sedang berbincang dengan dua orang di atas motor
Diduga, polisi tersebut diduga tengah menerima pungutan liar dari pengendara motor
"Oknum dari Sat Sabara ini minta uang," kata suara lelaki di video postingan @benniedwardo
Saat sedang direkam, oknum pria berseragam polisi tersebut menunjuk ke arah kamera
Baca: Dua Pelaku Pembunuhan Calon Pendeta Melinda Zidemi, Sempat Tidak Mengakui Perbuatannya
Karena tak terima aksinya direkam oleh Benni Edwardo, pria berseragam polisi tersebut lantas diduga melakukan tindak kekerasan dengan mendorong Benni Edwardo
Dalam aksi dorongan tersebut, handphone Benni Edwardosampai terjatuh
"Ngapin sih mas ?" kata suara oknum pria berseragam polisi sambil mendorong tubuh pria yang memegang kamera
"Lho jangan gitu pak, bapak ngapai ?" timpal pria yang memegang kamera
"Mau ngapain ? mau ngapain ?" kata pria berseragam polisi tersebut sambil terus mendorong tubuh pemegang kamera
Di video terlihat tak hanya satu orang pria berseragam polisi, melainkan ada 2 pria berseragam polisi,
setelah tindakan tersebut, kamera dari pria ini lantas jatuh.
Baca: Viral Facebook Penemuan Mayat Pendeta Cantik Diduga Korban Pembunuhan: Dia Akan Menikah Juni
Dalam keterangannya, Benni Edwardo menuliskan pria berseragam polisi tersebut sampai menyebutnya sebagai teroris