Rupiah Lesu di Awal Pekan

Senin (25/3/2019) pukul 10.00 WIB, rupiah melemah 0,37% ke posisi Rp 14.215 per dollar AS.

Rupiah Lesu di Awal Pekan
Google
Ilustrasi Rupiah 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Awal pekan, rupiah dibuka melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Mengutip Bloomberg, Senin (25/3) pukul 10.00 WIB, rupiah melemah 0,37% ke posisi Rp 14.215 per dollar AS.

Sementara itu, di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah ada di Rp 14.223 per dollar AS, melemah 0,46% dari akhir pekan lalu yang ada di RP 14.157 per dollar AS.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim menuturkan, pelaku pasar saat ini fokus pada sentimen eksternal dan mencari perlindungan pada aset safe haven.

Menurutnya, kekhawatiran investor dipicu oleh kemungkinan AS mengalami resesi karena dampak dari perang dagang dengan China.

"Pada pernyataan terakhir, The Federal Reserve memang tidak menyatakan secara implisit menyatakan jika ekonomi AS terancam resesi, namun para ahli dan analis menakarnya dari ucapan Jeremy Powell jika tahun ini The Fed tidak menaikkan suku bunga acuan, bahkan akhir tahun ada kemungkinan menggelontorkan stimulus atau menurunkan suku bunga ya," jelas Ibrahim kepada Kontan.co.id, Senin (25/3).

Hal ini, sebenarnya bisa menjadi sentimen baik bagi rupiah, namun sayang pelaku pasar tidak melirik aset berisiko untuk berlindung. Sebaliknya, mereka mengincar yen Jepang dan emas.

Sementara itu, indeks dollar ada di level 96,62, turun tipis dari akhir pekan lalu yang ada di 96,65.

Ibrahim memprediksi pelemahan rupiah akan terus berlanjut sampai akhir penutupan pasar spot sore nanti.

"Belum ada kekuatan signifikan yang bisa mengangkat rupiah. Namun sebenarnya intervensi Bank Indonesia sudah apik dan data domestik pun bagus.

"Pelaku pasar memang sedang fokus pada kondisi eksternal," kata Ibrahim.

Dirinya meramal rupiah bergerak di rentang Rp 14. 180 per dollar AS-Rp 14. 250 per dollar AS pada perdagangan hari ini.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Membuka pekan, rupiah melesu karena sentimen eksternal"

Editor: Edi Sukasah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved