Meteor Meledak di Langit Rusia, Efek Semburan Udaranya 5 Kali Lebih Dahsyat dari Bom Nuklir Nagasaki

Ledakan besar itu bahkan setara dengan 173 kiloton TNT. Marufin Sudibyo, seorang astronom amatir, menyebut peristiwa ini dengan Peristiwa Bering 2018.

Meteor Meledak di Langit Rusia, Efek Semburan Udaranya 5 Kali Lebih Dahsyat dari Bom Nuklir Nagasaki
farmersalmanac.com
Hujan Meteor Orionid adalah satu dari dua hujan meteor yang terjadi pada Oktober 2018. 

TRIBUNMANADO.CO.ID Meteor Meledak di Langit Rusia, Efek Semburan Udaranya 5 Kali Lebih Dahsyat dari Bom Nuklir Nagasaki

Beberapa bulan lalu, tepatnya 19 Desember 2018, sebuah meteor meledak di atas langit Laut Bering, Rusia.

Ledakan besar itu bahkan setara dengan 173 kiloton TNT. Marufin Sudibyo, seorang astronom amatir, menyebut peristiwa ini dengan Peristiwa Bering 2018.

Kejadian langka ini terdeteksi setidaknya oleh 3 instrumen berbeda.

Baca: Heboh Video Perkelahian Siswa di Manado, Berikut 3 Video Pelajar Berkelahi di Sulut yang Viral 2019

Baca: Penampilan Nia Ramadhani Saat Ambil Raport Mikhayla Bakrie Dinilai Terlalu Berani

Baca: Dimarahi Hingga Menangis oleh Raffi Ahmad, Tangisan Nagita Slavina Tak Digubris Sang Suami

Ketiga insrumen tersebut adalah , yaitu satelit mata-mata AS, satelit Himawari milik Jepang, dan radar mikrobarometer di daratan yang terpasang di stasiun infrasonik bagian dari jaringan lembaga pengawas penegakan larangan uji coba nuklir (CTBTO) milik PBB.

"Baik satelit mata-mata AS maupun radar mikrobarometer dirancang untuk mengendus aktivitas peledakan nuklir khususnya pada matra atmosferik dan permukaan bumi," ungkap Marufin kepada Kompas.com, Selasa (19/03/2019).

"Satelit mata-mata AS merekam pancaran sinar inframerahnya (meteor tersebut) dan spontan membandingkannya dengan kurva inframerah khas detonasi senjata nuklir," imbuhnya.

Sementara itu, menurut Marufin, radar mikrobarometer mengendus gelombang infrasonik berpola khas pula.

Setara 5 Kali Bom Nuklir Nagasaki

"Dalam Peristiwa Bering 2018, satelit mata-mata AS merekam pancaran energi optis sebesar 130 TeraJoule.

Halaman
1234
Editor:
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved