Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

SPAMT Spontan Bajak Truk Tangki Pertamina

Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SPAMT) membajak dua truk tangki bahan bakar minyak milik PT Pertamina di Jakarta, Senin (18/3).

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
tribunnews
petugas PT Pertamina menyambungkan pipa pengisi bahan bakar avtur 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SPAMT) membajak dua truk tangki bahan bakar minyak milik PT Pertamina di Jakarta, Senin (18/3). Aksi ini mereka lakukan secara spontan karena kecewa terhadap tuntutan mereka yang sejak tahun 2016 belum terealisasikan.

"Kami spontan karena didasari rasa kecewa kami sehingga kami nekat membawa armada mobil tangki ke depan istana," ujar Wadi Atmawijaya, perwakilan SPAMT, Senin (18/3).

Wadi menuturkan sejak tahun 2016 pihaknya menuntut pembayaran upah atas pemutusan hubungan kerja sepihak yang dilakukan oleh dua anak perusahaan PT Pertamina, yaitu PT Pertamina Patra Niaga dan Elnusa Petropin.

"Aksi kami ini tindaklanjut dari aksi kami sejak 2016, permasalahan pelanggaran hak normatif pekerja di lingkungan perusahaan BUMN anak perusahaan Pertamina," jelas Wadi.

Menurut Wadi ratusan anak sopir truk tangki terpaksa putus sekolah karena mereka mengalami PHK secara tidak manusiawi melalui pesan singkat. Selain itu, sebanyak 148 orang pekerja yang telah bekerja puluhan tahun kini nasibnya terlunta-lunta karena tidak mendapat upah atas PHK sepihak itu.

"Dampak bagi kami ada 120 anak teman kami yang usia wajib belajar putus sekolah," kata Wadi.

Pembajakan dua truk tangki milik PT Pertamina terjadi di gerbang tol Ancol, Jakarta Utara pada pukul 05.00 WIB. Pembajakan dilakukan oleh sejumlah pendemo yang melakukan aksi di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat.

Pembajakan ini terjadi setelah dua truk tangki tersebut mengisi bahan bakar di Depo Plumpang, Jakarta Utara. Dua truk tersebut kemudian bergerak memasuki gerbang tol Ancol menuju Tangerang. Masing-masing truk tangki tersebut mengangkut bahan bakar minyak jenis biosolar sebanyak 32 kiloliter. Mereka hendak mengirim BBM tersebut ke SPBU 34.15138 di km 13,5 Tol Jakarta-Merak dan SPBU 34.16708 di Tol Jakarta-Ciawi.

"Sebelum masuk gerbang tol Ancol truk dicegat beberapa orang tak dikenal. Truk itu tetap ditahan, tapi sopir tidak lapor polisi," tutur Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, Senin (18/3). Dari Ancol, pembajak membawa dan menahan dua truk itu ke kawasan Monas.

Polres Metro Jakarta Utara mengetahui informasi pembajakan ini setelah truk tangki tersebut berada di sekitar lapangan Monas menurut Budhi. Polres Metro Jakarta Utara kemudian berkoordinasi dengan Polres Jakarta Pusat untuk membebaskan truk tangki tersebut.

Polres Metro Jakarta Utara masih memeriksa sejumlah saksi terkait pembajakan truk tangki ini. Pemeriksaan dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku pembajakan itu.

"Kita mengidentifikasi sepuluh orang. Saksi-saksinya dua sopir truk, dua kernet, kita ambil keterangan semua," ujar Budhi.

Budhi mengatakan perbuatan ini termasuk tindakan pindana sehingga pihaknya melakukan pencarian terduga pelaku. Terduga pelaku diduga masih dari massa aksi mobil tangki di depan Istana Negara, Senin (18/3).

"Kami sudah membuat laporan model A. Begitu kami tahu ada tindakan perampasan, tindakan pidana, kami langsung menyuruh anggota kami untuk membuat laporan karena ini sudah tindak pidana," tutur Budhi.

Di Monas, polisi berupaya agar para pendemo melepaskan dua truk tangki tersebut. Truk akhirnya dilepaskan pendemo pada pukul 11.00 WIB. Polisi kemudian akan mengembalikan truk tersebut ke Depo Pertamina Plumpang.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved